Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pertanian melalui pendekatan inovatif. Kolaborasi strategis telah terjalin dengan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mewujudkan ketangguhan ekonomi masyarakat.
Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Acara ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah signifikan pada hasil pertanian di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama. "Kami terus berupaya memanfaatkan teknologi untuk pengembangan sektor pertanian untuk nilai tambah hasil pertanian di Kabupaten Sleman," ujarnya saat membuka workshop pada Rabu lalu.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Strategis untuk Pertanian Berbasis Teknologi
Workshop Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Sinergi antara Pemkab Sleman dan UGM ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang konkret bagi masyarakat.
Fokus utama kolaborasi ini adalah pada sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Teknologi pertanian yang dikembangkan oleh DTNTF FT UGM diharapkan dapat memberikan solusi efektif untuk berbagai tantangan di lapangan.
Koordinator PPM DTNTF Fakultas Teknik UGM, Fadli Kasim, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya kampus berdampak. "DTNTF FT UGM ingin memberikan kontribusi nyata dengan konsep kampus berdampak yang dimana mengubah perguruan tinggi menjadi pusat perubahan sosial, ekonomi dan lingkungan," katanya.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Dampaknya
Dalam workshop tersebut, berbagai teknologi tepat guna disosialisasikan kepada masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pertanian. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi petani dan pelaku UMKM.
Salah satu demonstrasi yang menarik perhatian adalah penyulingan minyak atsiri serai wangi. Ini menunjukkan potensi pemanfaatan hasil pertanian lokal untuk produk bernilai ekonomi tinggi.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan produk-produk pertanian dari Sleman dapat terorganisir dengan baik. Pengelolaan dari hulu hingga hilir menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan dan profitabilitas.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan SDM dan Regenerasi Petani Kunci Keberlanjutan
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, juga menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam mengadopsi teknologi baru. "Dengan adanya teknologi tepat guna juga harus dibarengi dengan peningkatan SDM serta regenerasi petani untuk mengimplementasikan," ujarnya.
Peningkatan kapasitas petani muda dan regenerasi menjadi faktor penentu keberhasilan program pertanian berbasis teknologi ini. Tanpa SDM yang mumpuni, teknologi secanggih apapun tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Melalui workshop dan program berkelanjutan, Pemkab Sleman dan UGM berkomitmen untuk melahirkan generasi petani yang melek teknologi. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan dan memastikan ketahanan pangan daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews