PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi membuka lintasan penyeberangan baru yang menghubungkan Dobo dan Marlasi di Provinsi Maluku. Pembukaan lintasan ini bertujuan utama untuk memperkuat konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa KMP Lobster telah resmi melayani rute Dobo-Marlasi sejak Sabtu, 20 September. Ia berharap lintasan ini menjadi motor penggerak utama bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. Kehadiran layanan ini sangat krusial di kawasan timur Indonesia yang membutuhkan aksesibilitas lebih baik.
Lintasan perintis terbaru Dobo-Marlasi ini juga menegaskan komitmen ASDP sebagai penghubung Nusantara, khususnya di wilayah Tual, Maluku. Pembukaan rute ini merupakan bagian integral dari upaya perusahaan dalam memperluas jaringan layanan penyeberangan. Tujuannya adalah memastikan transportasi tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah sulit.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Jaringan Transportasi dan Ekonomi Lokal
Heru Widodo menegaskan bahwa hadirnya lintasan Dobo-Marlasi adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas jaringan layanan penyeberangan. Khususnya di wilayah 3T, ASDP ingin memastikan layanan transportasi tidak hanya terkonsentrasi di kota besar. Lintasan ini diharapkan mampu membuka akses bagi daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Untuk tahap awal, lintasan Dobo-Marlasi beroperasi satu kali setiap hari dengan durasi perjalanan sekitar enam jam. Dari Dobo menuju Marlasi, kapal berlayar pukul 09.00-15.30 WIT. Sementara itu, dari Marlasi menuju Dobo, operasi dimulai pukul 16.30-23.00 WIT.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menambahkan bahwa keberadaan lintasan Dobo-Marlasi akan membawa dampak ganda bagi masyarakat. Mobilitas masyarakat akan semakin mudah, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan peluang wisata semakin terbuka lebar. "Transportasi yang andal akan mendorong aktivitas ekonomi yang lebih dinamis serta mempercepat pengenalan potensi daerah ke kancah yang lebih luas," ujar Shelvy.
Advertisement
Advertisement
Potensi Ekonomi dan Pariwisata yang Terangkat
Selain membuka akses transportasi, lintasan Dobo-Marlasi juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi daerah secara maksimal. Kawasan Dobo dan Marlasi dikenal kaya akan sumber pangan. Potensi ini meliputi hasil laut yang melimpah hingga umbi-umbian lokal yang beragam.
Di sisi lain, panorama pantai yang menawan di sekitar Dobo dan Marlasi memberi peluang besar bagi sektor pariwisata. Dengan aksesibilitas yang lebih baik, sektor pariwisata diharapkan dapat tumbuh lebih pesat. Hal ini akan menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke wilayah tersebut.
ASDP meyakini bahwa pembukaan lintasan Dobo-Marlasi hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang untuk memperkuat konektivitas antardaerah. "Ke depan, ASDP akan terus menghadirkan inovasi layanan dan memperluas jaringan lintasan demi mendukung pemerataan pembangunan, dari ujung barat hingga timur Indonesia," kata Shelvy Arifin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews