Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos yang digelar BRI Peduli di TPS3R Pudak Mesari, Bali, mendapat apresiasi dari para pemateri. A.A. Gede Agung Wedhatama P. dari komunitas Petani Muda Keren. Menurut Gede Agung, program pelatihan ini penting untuk inovasi produk kompos.
"Harapannya kolaborasi kami dengan BRI dalam pelatihan ini nantinya dapat diimplementasikan oleh peserta terutama tentang berbagai teknik, alat, dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kompos yang lebih efisien dan ramah lingkungan," ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, diversifikasi produk akan meningkatkan nilai jual sekaligus memperkenalkan produk pupuk kompos yang bervariasi ke masyarakat. Ia menilai program ini juga menjadi contoh konkret sistem pengolahan sampah yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan memberi dampak positif bagi lingkungan serta perekonomian desa.
Pupuk kompos hasil pelatihan ini diharapkan mendukung pertanian berkelanjutan, memperbaiki struktur tanah, mengurangi erosi, dan meningkatkan kesuburan alami.
Sejak diluncurkan pada 2021, program BRI Peduli 'Yok Kita Gas' telah hadir di 41 lokasi di Indonesia, mencakup 5 pasar tradisional dan 36 lingkungan masyarakat. Program ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, dan Pilar Lingkungan.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengurus inti, operator, dan penyuluh TPS3R Pudak Mesari dalam mengelola sampah organik menjadi produk pupuk kompos yang memiliki nilai tambah.
Dengan fokus pada diversifikasi produk, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pupuk, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi melalui peningkatan nilai jual produk kompos. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta mendorong kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
"Pelatihan ini bermanfaat untuk menjawab tantangan kelembagaan TPS3R, yaitu bagaimana mengubah paradigma dari sekadar unit pengelolaan sampah menjadi sentra inovasi berbasis ekonomi sirkular," ungkap Dhanny.
Dhanny juga menambahkan, TPS3R Pudak Mesari memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk turunan dari kompos, seperti pupuk organik cair, pupuk granul, atau media tanam siap pakai yang memiliki pasar luas, baik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun urban farming.