Gubernur Jateng Apresiasi Sido Muncul sebagai Role Model Green Economy dan Warisan Budaya Jamu

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi Sido Muncul sebagai role model green economy yang konsisten menjaga kelestarian warisan budaya jamu Indonesia.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Gubernur Jateng Apresiasi Sido Muncul sebagai Role Model Green Economy dan Warisan Budaya Jamu
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pabrik jamu modern Sido Muncul, Selasa (10/9/2025). (2025 merdeka.com/Gilar)

Pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) di Bergas, Kabupaten Semarang, mendapat kunjungan istimewa dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu (10/9/2025). Kehadiran gubernur beserta jajaran OPD dan Forkopimda disambut antusias oleh Direktur Sido Muncul Dr. (H.C) Irwan Hidayat bersama jajaran manajemen dan karyawan.

Dalam kunjungan tersebut, Irwan Hidayat mengajak Gubernur Luthfi beserta rombongan berkeliling pabrik untuk melihat langsung proses produksi, aktivitas di laboratorium, hingga proses pengemasan salah satu produk unggulan Sido Muncul, yakni Tolak Angin yang telah menggunakan mesin berteknologi modern.

Selanjutnya, Gubernur Luthfi juga melakukan penanaman pohon jenis Leda (Kayu Pelangi) yang didampingi oleh Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dan Bupati Ungaran Ngesti Nugraha di Kawasan Agrowisata Sido Muncul.

Sido Muncul
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan keterangan pers di kawasan Agro Wisata Sido Muncul, Selasa (10/9/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Dalam sambutannya, Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Gubernur Luthfi sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah. Bagi Irwan, kunjungan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah kepada dunia usaha, terutama dalam hal pembinaan dan pengawasan.

“Kami berharap Pemprov dapat memberikan bimbingan dan arahan terkait apa saja yang perlu diperhatikan, supaya kami tidak melanggar peraturan. Kami senang sekali dan berterima kasih karena Pak Gubernur hadir di tengah kesibukannya. Pokoknya kami janji akan jadi perusahaan yang lebih baik,” kata Irwan.

Pada kesempatan yang sama, Irwan menyampaikan perhatiannya terkait kondisi Rawa Pening yang kian memprihatinkan, serta peran Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai pintu masuk wisatawan ke Jawa Tengah. Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis mengingat sumber daya air akan menjadi masalah penting di masa depan. Pasalnya, Rawa Pening saat ini tinggal menyisakan sekitar 700–800 hektare dari luas awalnya 2.800 hektare dengan kedalaman berkurang hingga hanya 4 meter.

"Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menitipkan Rawa Pening. Rawa Pening itu tempat yang bagus, sebuah kawasan potensi air yang besar. Kita tahu, suatu hari air akan menjadi persoalan besar di negeri ini. Selain itu, saya juga berharap Bandara Ahmad Yani bisa berperan menjadi pintu masuk wisata di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sido Muncul
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pabrik jamu modern Sido Muncul, Selasa (10/9/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Sementara itu, Gubernur Luthfi turut menyampaikan kebanggaannya terhadap Sido Muncul yang berhasil membawa jamu sebagai warisan leluhur hingga ke kancah internasional. Menurutnya, capaian ini menunjukkan produk lokal mampu menembus persaingan global jika didukung inovasi dan teknologi.

“Saya bangga di Jawa Tengah ada perusahaan asli daerah yang tidak hanya punya produk lokal, tetapi juga sudah regional, nasional, bahkan internasional. Jamu itu warisan leluhur, tidak sembarangan bisa menembus pasar global, dan hari ini saya saksikan sendiri Sido Muncul sudah menggunakan metode yang sangat canggih,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, investasi yang masuk ke Jawa Tengah tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan diarahkan agar sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.

Gubernur Luthfi pun menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong industri lokal agar semakin berdaya saing, sekaligus menjadi contoh penerapan green economy di daerah.

“Saya sudah bicara dengan Duta Besar Eropa, mereka semua mengarah ke green economy. Di sini sudah ada, sudah menggunakan solar panel, pengelolaan air tanah, dan ini akan menjadi daya tarik investor luar negeri,” jelasnya.

Sido Muncul
Aktivitas di pabrik jamu modern Sido Muncul, Selasa (10/9/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Gubernur Luthfi juga menekankan pentingnya kombinasi antara padat karya dan teknologi di Sido Muncul. Menurutnya, dengan jumlah karyawan sekitar 3.500 orang, pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja sekaligus tetap berinovasi melalui pemanfaatan mesin modern.

“Padat karya dicampur teknologi ini pengembangan yang sangat bagus. Sumber daya manusia tetap diperlukan, dan Jawa Tengah punya tenaga kerja kompetitif yang bisa mendukung,” tutur Luthfi.

Sido Muncul
Aktivitas di pabrik jamu modern Sido Muncul, Selasa (10/9/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Ia memastikan adanya dukungan pemerintah provinsi melalui Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, hingga pengawasan investasi.

“Sehingga perusahaan ini benar-benar sehat tanpa ada publik komplain apalagi melanggar hukum,” tegasnya.

Sido Muncul
Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha memberikan keterangan pers di kawasan Agrowisata Sido Muncul, Selasa (10/9/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang turut mendampingi kunjungan, menekankan kontribusi besar Sido Muncul bagi daerah. Dengan lahan seluas 38 hektare dan jumlah karyawan sekitar 3.500 orang, perusahaan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian lokal melalui kebutuhan bahan baku seperti jahe dan rempah-rempah lainnya.

"Sido Muncul ini sangat luar biasa. Lahan (pabriknya) cukup luas. Karyawan yang terserap banyak. Kemudian menggunakan teknologi modern. Di sisi bahan baku, sebagian besar berasal dari hasil-hasil pertanian di Kabupaten Semarang," ujarnya.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi kepedulian sosial Sido Muncul yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kepedulian Sido Muncul luar biasa, baik melalui CSR untuk anak-anak stunting, pengembangan durian, bantuan ternak sapi, hingga wisata edukasi di sekitar pabrik. Ini bentuk nyata kontribusi industri bagi masyarakat,” kata Ngesti.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah akan terus diberikan agar perusahaan-perusahaan lokal mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kami berharap industri lokal bisa mengikuti jejak Sido Muncul melalui pelatihan tenaga kerja dan peningkatan kualitas produk,” ujarnya.

Sido Muncul
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajarannya ke pabrik Sido Muncul pada Selasa (10/9/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi ke Sido Muncul bukan hanya sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat.

Dengan perpaduan teknologi modern, pemberdayaan tenaga kerja lokal, kepedulian lingkungan, hingga pelestarian budaya jamu, Sido Muncul digadang sebagai role model industri Jawa Tengah menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Rekomendasi