Nasib Stadion Utama Riau: Terlantar Usai PON, Tak Laku Dijual Padahal Sudah Habiskan Rp1,2 Triliun

Stadion ini pernah menjadi kebanggaan masyarakat Riau.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Nasib Stadion Utama Riau: Terlantar Usai PON, Tak Laku Dijual Padahal Sudah Habiskan Rp1,2 Triliun
Nasib Stadion Utama Riau: Terlantar Usai PON, Tak Laku Dijual Padahal Sudah Habiskan Rp1,2 Triliun (Merdeka.com)

Di pinggiran Kota Pekanbaru, berdiri sebuah bangunan megah yang kini seperti terlupakan, Stadion Utama Riau. Dibangun dengan dana fantastis sebesar Rp1,18 triliun, stadion ini pernah menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Kini, setelah gegap gempita Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 berlalu, ia hanya menyisakan sunyi dan ilalang yang tumbuh liar.

Stadion berkapasitas 44.000 penonton ini dulu dirancang sebagai simbol kemajuan dan kesiapan Riau menyambut event berskala internasional. Arsitekturnya modern, fasilitasnya lengkap. Pernah menjadi venue utama PON XVIII dan babak kualifikasi Kejuaraan U-22 AFC 2013, kini stadion ini lebih sering sepi, terbengkalai tanpa aktivitas yang berarti.

“Biaya pembangunannya besar, tapi sampai sekarang belum terkelola dengan baik,” kata Gubernur Riau, Abdul Wahid, Jumat (2/5). Ia bahkan mengaku mempertimbangkan menjual stadion tersebut kepada investor karena tak sanggup mengelolanya. "Beberapa sudah saya tawarkan ke investor, tapi memang belum ada yang berminat," tambahnya.

Pernyataan itu mengundang ironi. Bagaimana mungkin seorang gubernur, sebagai pemegang tanggung jawab tertinggi di pemerintahan provinsi, menyatakan menyerah begitu saja terhadap aset publik sebesar itu?

Stadion Utama Riau
Stadion Utama Riau merdeka.com

Menanti Nasib Stadion di Masa Depan

Di tengah terbengkalainya fasilitas mewah ini, justru masyarakat sekitar yang mengambil peran. Dika Sagala, bersama Ivan dan Wahyudi, adalah contoh nyata.

Setiap sore, mereka rutin datang, berjalan santai, atau berlari mengelilingi stadion. Jarak 1,3 kilometer sekali putaran menjadi rute favorit untuk membakar kalori dan menjaga kebugaran.

"Kami memutari stadion 5 hingga 6 kali, lumayan untuk membakar kalori, kadang berjalan, kadang berlari santai," ujar Dika Minggu (1/6).

Keteraturan mereka menunjukkan betapa besarnya kebutuhan akan ruang publik dan fasilitas olahraga yang mudah diakses, meskipun itu harus memanfaatkan area yang sejatinya tak terurus.

Bukan hanya joging, ada pula warga yang memanfaatkan pelataran stadion untuk senam atau bersepeda. Pemandangan ini seolah menjadi kritik tak langsung terhadap minimnya perhatian pemerintah. Masyarakat secara mandiri mencari solusi atas kebutuhan mereka, meskipun itu berarti "mengambil alih" fungsi sebuah stadion megah yang seharusnya diurus oleh pihak berwenang.

Kondisi Stadion Utama Riau ini seharusnya menjadi cerminan dan evaluasi bagi pemerintah daerah. Pembangunan infrastruktur berskala besar tentu saja penting, namun keberlanjutan dan pemanfaatannya jauh lebih krusial. Tanpa perencanaan yang matang pasca-event, aset miliaran rupiah ini hanya akan menjadi monumen kesia-siaan.

Masyarakat Pekanbaru tentu berharap stadion ini bisa kembali berjaya. Bukan hanya sebagai tempat berolahraga rutin, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif, pendidikan, atau bahkan ikon pariwisata. Dengan sentuhan manajemen yang tepat, Stadion Utama Riau bisa bangkit dari mati suri dan kembali memberikan manfaat bagi banyak orang.

Pertanyaan besar kini menggantung: sampai kapan stadion ini akan terus terbengkalai? Apakah akan menunggu hingga benar-benar rusak dan tak bisa lagi diperbaiki, ataukah ada inisiatif nyata dari Pemprov Riau untuk mengembalikan fungsinya? Harapan masyarakat tetap ada, meski tipis, agar stadion ini tak hanya dikenang sebagai bangunan megah yang terlantar.

"Mungkin sudah saatnya ada kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil untuk mencari solusi terbaik bagi Stadion Utama Riau," timpal Ivan.

Dengan inovasi dan komitmen, aset ini bisa kembali hidup, menjadi kebanggaan Pekanbaru, dan bukan lagi sekadar potret buram dari sebuah janji yang tak terpenuhi.

stadion utama Riau
Stadion Utama Riau merdeka.com
Rekomendasi