Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia (Menteri Desa PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan capaian program Dana Desa periode 2015 - 2023. Program ini diluncurkan Presiden Jokowi pada 2015 silam.
Pria yang akrab disapa Gus Menteri menyebut, untuk jalan desa sudah terbangun maupun diperbaiki sepanjang 325.408 kilometer (Km). Capaian ini membantah anggapan bahwa Presiden Jokowi hanya fokus membangun jalan berbayar di masa kepemimpinannya.
"ini adalah menjawab bahwa kepemimpinan bapak Jokowi hanya untuk bangun infrastruktur jalan berbayar. Ini semua tidak ada yang berbayar 325.408 kilometer itu. Tidak berbayar, dan langsung menyentuh masyarakat," ungkapnya dalam acara konferensi pers APBDes di Kuningan City Mall, Jakarta Selatan, (22/6).
Gus Menteri menyebut, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mampu melakukan pembangunan dan perbaikan jalan seperti Indonesia. Menyusul, kemampuan pemerintah membangun jalan desa sepanjang 325.408 kilometer dalam waktu relatif singkat.
"Bahkan, kita mencoba membandingkan dengan negara lain. Kayaknya tidak ada satu pun negara yang melakukan proses pembangunan jalan dalam kurun waktu pendek sebanyak 325.408 kilometer," ungkapnya.
Advertisement
Selain jalan, program Dana Desa juga digunakan untuk pembangunan 1.791.580 meter jembatan hingga memasuki tahun 2023. Ukuran dan panjang jembatan ini bervariasi di masing-masing desa.
"Kan ada yang 2 meter, ada yang lebih panjang," ungkap Gus Menteri.
Dalam bahan paparannya, pemanfaatan Dana Desa juga digunakan untuk pembangunan 14.168 unit pasar desa, embung 6.427 unit. Kemudian, irigasi 573.060 unit dan penahan tanah 532.136 unit.
Tak hanya infrastruktur, pemanfaatan program Dana Desa juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Antara lain pembangunan MCK 513.175 unit, air bersih 1.670.434 unit, Posyandu 43.657 unit, sumur 86.581 unit dan lainnya.