Fitch Ratings: Peringkat Utang AS Bisa Turun Jika Gagal Bayar Utang

Sepekan menjelang jatuh tempo pembayaran utang, Pemerintah Amerika Serikat dan Parlemen belum juga mencapai kesepakatan. Fitch Ratings, sebagai lembaga pemeringkat utang mengingatkan hal ini bisa membuat peringkat AS turun.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Fitch Ratings: Peringkat Utang AS Bisa Turun Jika Gagal Bayar Utang
Utang. ©Shutterstock

Sepekan menjelang jatuh tempo pembayaran utang, Pemerintah Amerika Serikat dan Parlemen belum juga mencapai kesepakatan. Fitch Ratings, sebagai lembaga pemeringkat utang mengingatkan hal ini bisa membuat peringkat AS turun.

Saat ini Fitch menempatkan kredit AS peringkat teratas pada pengawasan peringkat negatif. Hal ini mencerminkan ketidakpastian seputar perdebatan plafon utang saat ini dan kemungkinan gagal bayar untuk pertama kalinya.

"Rating Watch Negatif mencerminkan peningkatan keberpihakan politik yang menghambat pencapaian resolusi untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang meskipun tanggal x semakin dekat," kata Fitch dikutip dari CNN, Jakarta, Kamis (25/5).

Fitch, salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kredit teratas bersama dengan Moody's dan S&P, menempatkan AS pada peringkat AAA pada rating watch negative. Artinya Fitch bisa menurunkan peringkat utang AS jika anggota parlemen tidak menyepakati RUU yang menaikkan batas utang Departemen Keuangan AS.

Langkah itu dilakukan saat anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat bernegosiasi untuk menaikkan batas utang AS, meski belum ada kesepakatan yang tercapai. Namun di sisi lain Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan Pemerintah mungkin tidak dapat membayar tagihannya segera setelah 1 Juni.

Sehingga negara menghadapi kemungkinan gagal bayar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini pun berpotensi menimbulkan bencana baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia.

Meski begitu, Fitch masih yakin anggota parlemen akan mengeluarkan resolusi sebelum tanggal jatuh tempo yakni 1 Juni 2023.

Respon Pemerintah AS

Terkait hal tersebut, Gedung Putih pada hari Rabu menunjuk langkah Fitch Ratings sebagai penyebab urgensi untuk menaikkan plafon utang. Dalam keterangan resminya, Pemerintah AS menilai sikap Fitch Ratings sebagai bukti gagal bayar utang bukanlah pilihan dan semua anggota parlemen yang bertanggung jawab memahaminya.

Ini memperkuat kebutuhan Kongres untuk segera meloloskan kesepakatan bipartisan yang masuk akal untuk mencegah gagal bayar," kata juru bicara Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Senada, juru bicara Departemen Keuangan AS, Lily Adams mengatakan penurunan peringkat menunjukkan urgensi Kongres harus segera mengatasi plafon utang. Sebagaimana yang telah diperingatkan Yellen beberapa waktu lalu terkait berbagai risiko yang bisa terjadi jika negara gagal bayar utang.

"Kecerobohan atas batas utang sangat merugikan bisnis dan keluarga Amerika, meningkatkan biaya pinjaman jangka pendek untuk pembayar pajak, dan mengancam peringkat kredit Amerika Serikat," kata Lily.

Peringatan yang diberikan Fitch Rating juga bermakna perlunya tindakan cepat bipartisan oleh Kongres untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang. Sehingga bisa menghindari krisis buatan untuk ekonomi AS.

Sebagai informasi, pada tahun 2011, S&P memberikan penurunan peringkat kredit pertama kalinya ke AS, memangkas peringkatnya menjadi AA+. Lebih dari satu dekade kemudian, agensi tersebut masih belum memulihkan peringkatnya.

Menurut para ahli, default AS dapat mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh ekonomi global dan berpotensi menyebabkan resesi. Sehingga biaya pinjaman lebih tinggi bagi pemerintah dan orang Amerika. Bahkan bisa menjadi penghambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Dow berjangka turun lebih dari 85 poin pada Rabu malam di tengah peringatan Fitch, tetapi S&P 500 dan Nasdaq diperdagangkan di wilayah positif.

Rekomendasi