Ini 8 Tanda Waktunya Anda Resign

Sebagai seorang karyawan, terkadang ada masa di mana Anda merasa harus berhenti bekerja. Namun, Anda khawatir apakah hal tersebut merupakan pilihan yang baik atau bukan. Tak hanya itu, Anda juga harus menentukan alasan berhenti kerja yang akan dipaparkan saat wawancara kerja.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Ini 8 Tanda Waktunya Anda Resign
resign. shutterstock

Sebagai seorang karyawan, terkadang ada masa di mana Anda merasa harus berhenti bekerja. Namun, Anda khawatir apakah hal tersebut merupakan pilihan yang baik atau bukan. Tak hanya itu, Anda juga harus menentukan alasan berhenti kerja yang akan dipaparkan saat wawancara kerja.

Nantinya, alasan tersebut akan menentukan perspektif perusahaan terhadap perilaku Anda sebagai seorang karyawan. Jika Anda menjawab alasan berhenti kerja yang terkesan kekanak-kanakan, Anda akan berisiko dipandang tidak profesional.

Maka dari itu dibutuhkan pertimbangan yang matang sebelum berhenti bekerja. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu kapan harus resign.

Mungkin Anda sudah dapat mengira-ngira hal yang membuat dirimu kurang puas di pekerjaanmu saat ini. Atau Anda juga merasa bahwa terjadi perubahan hidup yang signifikan dalam hidupmu dan butuh menyesuaikannya dengan pekerjaan di perusahaan baru.

Berikut adalah beberapa alasan yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk resign, dikutip JobStreet.

1. Butuh pembelajaran dan tantangan baru

Menjadi expert dalam bidang pekerjaan merupakan sebuah pencapaian yang baik. Anda disukai rekan kerja dan atasan karena Anda dapat memberikan banyak kontribusi dan mencetak prestasi.

Meskipun begitu, jika Anda sudah menguasai pekerjaan dengan baik, besar kemungkinan Anda tidak mendapat pembelajaran baru atau tidak merasa tertantang. Anda jadi merasa bosan dan butuh keluar dari zona nyaman untuk dapat belajar dan mengemban tanggung jawab lebih.

2. Lingkungan kerja yang buruk

Lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas seorang karyawan. Jika Anda memiliki lingkungan kerja yang buruk dan tidak suportif terhadap Anda dan nilai-nilaimu, Anda akan kehilangan produktivitas sehingga tidak banyak berkontribusi pada perusahaan.

Sebelum kreativitas dan energi itu menghilang sepenuhnya, pertimbangkan kembali apakah Anda harus bertahan di perusahaan tersebut dan pikirkan lingkungan kerja yang ideal untuk Anda.

3. Tidak termotivasi untuk bekerja

Hampir setiap hari dalam seminggu dihabiskan di tempat kerja. Jika Anda merasa tidak termotivasi untuk bekerja saat bangun di pagi hari, inilah saatnya untuk mengetahui akar masalah tersebut. Berapa lama hal ini sudah berlangsung? Apa ini hanya merupakan fase atau berpotensi untuk berkelanjutan?

Sadari pemantik demotivasi ini dengan memperhatikan orang di sekitar, tanggung jawab pekerjaan, dan bahkan hingga ke budaya perusahaan sesegera mungkin. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini dapat berakibat pada ketidakpuasan dan acuh terhadap pekerjaan.

4. Merasa pekerjaan tidak berarti

Melanjutkan poin sebelumnya, apakah Anda merasa puas dengan pencapaian kerja saat ini? Apakah hasil kerja memberikan kepuasan tersendiri yang dapat memotivasi Anda untuk terus bekerja? Atau Anda hanya bertahan hanya agar mendapat gaji bulanan?

Memiliki impian dan nilai pribadi dan berkeinginan untuk merealisasikannya melalui pekerjaan bukan merupakan hal yang salah. Jika Anda merasa dapat berkontribusi di tempat lain dan menemukan arti dalam pekerjaan tersebut, ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan langkah resign.

5. Selalu tertekan saat bekerja

Menemukan tekanan saat bekerja sangat mungkin terjadi, terlebih jika beban pekerjaan sedang banyak-banyaknya. Namun, jika Anda merasa selalu tertekan, hal tersebut tidak akan berpengaruh baik di waktu mendatang.

Tekanan yang konstan dalam pekerjaan dapat menguras tenaga secara fisik dan emosional, sehingga menyebabkan burnout. Ini juga bisa memicu perilaku negatif seperti mudah merasa tersinggung, terganggu, tidak fokus, dan tidak objektif sehingga dapat menurunkan produktivitas bahkan memengaruhi hubungan baik antara rekan kerja.

6. Anda tidak menyukai rekan kerja

Saat bekerja, mungkin saja kita bertemu dengan rekan yang sangat tidak cocok dengan kita, baik dari cara bekerja atau nilai yang dipegang. Perasaan tidak nyaman akan terus ada selama Anda dan individu tersebut masih bekerja di tempat yang sama.

Jika Anda sudah mencoba mengomunikasikan masalahnya namun tetap tidak berhasil, ini juga bisa jadi poin pertimbangan kamu untuk resign, ketimbang selalu merasa tidak nyaman dalam bekerja. Apalagi jika hubungan kalian jadi memberi dampak buruk untuk pekerjaan tim.

7. Tidak ada prospek yang jelas di perusahaan

Katakanlah Anda menyukai pekerjaan Anda saat ini, mulai dari tugas hingga lingkungan kerja sudah ideal menurut standar pribadi Anda. Tanyakan kepada diri sendiri, bagaimana rencana karir di masa depan? Apakah Anda membayangkan bekerja di perusahaan ini selamanya?

Apakah perkembangan skill dan karir di perusahaan didukung oleh atasan? Jika Anda tidak merasa dapat melebarkan sayap dan mencoba tantangan baru dengan promosi, ini merupakan saat yang tepat untuk menjelajahi opsi-opsi karir yang ada di luar sana.

8. Tidak merasa dihargai

Menurut Harvard Business Review, apresiasi dalam lingkungan pekerjaan sangat berpengaruh pada produktivitas karyawan di tempat kerja. Jika Anda merasa bahwa pendapat Anda tidak dihargai, Anda dapat merasa kehilangan kepercayaan diri dan performa kerja akan menurun.

Contoh lain saat Anda tidak dihargai adalah kontribusi tidak diapresiasi oleh atasan dan lingkungan kerja. Anda juga merasa bahwa terdapat gap yang terlalu besar sehingga Anda kesulitan dan merasa tidak berharga untuk berkomunikasi dengan atasan. Ketika hal tersebut sudah terjadi, saatnya Anda mencari pekerjaan yang dapat menghargai kontribusimu.

Rekomendasi