Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Mohammad Rafil Perdana meyakini Indonesia akan mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2023 tercapai. Diketahui, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia bakal tumbuh 5,3 persen di tahun 2023.
"Sinergi yang kuat antara dunia usaha dan pemerintah tentunya sangat diperlukan," kata Mohammad usai pengukuhan anggota baru HIPKA angkatan 2023 di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (8/2).
Sebagai bentuk dukungan dalam mencapai target perekonomian bangsa, HIPKA akan turut andil dengan berupaya dan berusaha dalam membuka akses jalan maupun daya bagi para anggotanya serta pebisnis Tanah Air.
"Kami berusaha dan berupaya untuk bisa membuka akses jalan dan daya sebesar-besarnya bagi para anggota HIPKA maupun para pebisnis yang ingin mendapatkan akses baik dari jasa keuangan dan lain sebagainya. Kami mencoba hadir. Dan bukti nyata kami berpartisipasi dalam perekonomian Indonesia," katanya.
Dia juga berharap kehadiran HIPKA dapat menjadi inkubator bisnis para calon konglomerat Muslim di Indonesia. Semakin banyak pebisnis anak bangsa tentunya juga akan memberikan daya dorong yang lebih baik terhadap perekonomian.
Diketahui, HIPKA adalah Himpunan Pengusaha KAHMI, merupakan organisasi bisnis dari kalangan pengusaha Muslim yang berhimpun di Kadin Indonesia. Acara pengukuhan anggota baru HIPKA angkatan I tahun 2023, merupakan bukti nyata peran HIPKA dalam mendorong lahirnya pengusaha handal dan berdaya saing.
Berdirinya HIPKA dilatarbelakangi kebutuhan bagi warga Korps Alumni HMI (KAHMI) yang memiliki SDM akademis intelektual untuk mengembangkan potensi yang dimiliki selama ini.
Setiap tahun, kata dia sedikitnya ada 2.000 alumni HMI yang secara otomatis menjadi anggota KAHMI. Para alumni tersebut telah berhasil berkontribusi kepada bangsa dalam berbagai bidang. Potensi itu lah yang ingin dibangun HIPKA dalam kancah entrepreneurship yang sangat dibutuhkan negara untuk menciptakan kader dan pelaku bisnis di seluruh pelosok Tanah Air.