Erick Thohir Berduka Pele Meninggal Dunia: Sepak Bola Kehilangan Salah Satu Ikon

Erick menilai, Pele sebagai seorang legenda yang menginspirasi. Selain itu, Pele digambarkan sebagai pribadi berjasa besar dalam mengembangkan olahraga sepak bola.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Erick Thohir Berduka Pele Meninggal Dunia: Sepak Bola Kehilangan Salah Satu Ikon
Legenda Brasil Pele. ©REUTERS/Ricardo Moraes

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir turut berduka atas meninggalnya legenda sepak bola asal Brasil, Pele. Pele, meninggal dunia pada Jumat (30/12) dini hari WIB usai bertarung melawan penyakit kanker usus.

"Sepak bola kehilangan salah satu ikon," tulis Erick melalui akun instagramnya @erickthohir, Jakarta, Jumat (30/12).

Erick menilai, Pele sebagai seorang legenda yang menginspirasi. Selain itu, Pele digambarkan sebagai pribadi berjasa besar dalam mengembangkan olahraga sepak bola.

"(Pele) seorang legenda yang menginspirasi dan membesarkan sepak bola," kata Erick.

Erick juga menilai Pele sebagai sosok yang berhasil dalam menyatukan perbedaan melalui sepak bola. "Dia juga sudah membuktikan, sepak bola punya kekuatan untuk menyatukan. Selamat jalan Pele," ujar Erick Thohir.

Konfirmasi Meninggalnya Pele

Sebelumnya, Sepak bola dunia berduka. Legenda sepak bola dunia asal Brasil, Pele, meninggal dunia pada Jumat (30/12) dini hari WIB usai bertarung melawan penyakit kanker usus.

Kabar duka tersebut juga telah dikonfirmasi oleh manajer bisnisnya, Joe Fraga. Pele mengembuskan napas terakhirnya pada usia 82 tahun di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil.

Diketahui, Pria bernama lengkap Edson Arantes de Nascimento itu telah dirawat di rumah sakit sejak 29 November 2022. Dia diketahui mengidap kanker kolon sejak September 2021 dan beberapa penyakit lainnya.

Untuk mengobati kanker usus yang dideritanya, Pele harus melakukan proses kemoterapi. Namun, kemoterapi tersebut tidak berjalan dengan baik. Selain itu, Pele juga mengalami pembengkakan dan gagal jantung.

Kondisi tersebut membuat Pele memperoleh perawatan intensif di rumah sakit. Bahkan, pria berusia 82 tahun itu sempat berada dalam kondisi kritis dan dipindahkan ke ruang perawatan paliatif.

Rekomendasi