Korea Selatan Jadi Investor Ketiga Terbesar di Indonesia

Korea Selatan kini menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia sebesar USD 8,18 miliar, di mana dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2021. Sebelumnya, kedua negara tersebut memiliki sejarah panjang yakni dalam kerja sama antarnegara, dan pada tahun 2023 mendatang merupakan kerja sama yang bertepatan 50 tahun.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Korea Selatan Jadi Investor Ketiga Terbesar di Indonesia
investasi. shutterstock

Korea Selatan kini menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia sebesar USD 8,18 miliar, di mana dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2021. Sebelumnya, kedua negara tersebut memiliki sejarah panjang yakni dalam kerja sama antarnegara, dan pada tahun 2023 mendatang merupakan kerja sama yang bertepatan 50 tahun.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Arus Gunawan mengatakan dalam pengembenagan sumber daya manusia (SDM) industri, Kementerian Perindustrian Menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ulsan College dan Kocham Indonesia.

Dalam MoU tersebut telah disepakati kerja sama pelatihan antara Ulsan College dan Kocham bersama Balai Diklat Industri Kemenperin dan PIDI 4.0, kerja sama pendidikan antara Ulsan College dan Politeknik Kemenperin, sertifikat kompetensi, program pendidikan untuk ASN Kemenperin, program akademik jangka pendek khusus atau program budaya, hingga penelitian dan publikasi bersama.

Tak hanya itu, kerja sama juga mencakup pengembangan tenaga kerja dan kerja sama ketenagakerjaan di Indonesia dan Korea Selatan, pertukaran informasi dan materi yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kunjungan benchmarking dan pertukaran tenaga ahli, modul pembelajaran, kurikulum, teknologi, dan tenaga teknis terkait transformasi industri 4.0.

"Penandatanganan MoU ini adalah langkah awal yang tentunya perlu ditindaklanjuti dengan rencana teknis yang disepakati oleh tim teknis kedua pihak agar terlaksana," ujar Gunawan dalam keterangan resmi, Senin (12/12).

Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kemenperin, Andi Rizaldi mengungkapan Kementerian Perindustrian sendiri menaungi 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 Sekolah Menengah Kejuruan, serta 7 Balai Diklat Industri yang setiap tahun menghasilkan ribuan SDM kompeten dan siap kerja.

"Kami harapkan dari MoU ini akan dilahirkan banyak kesempatan penyerapan tenaga kerja baik di Indonesia dan Korea Selatan serta peningkatan keahlian teknologi dan manajemen Indonesia dari benchmarking Korea Selatan," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan untuk menandatangani kesepakatan USD 6,37 miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja pada Juli lalu.

Sebagai informasi, kerja sama Korea Selatan dan Indonesia berupa kerja sama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat dengan Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT), aktivitas kerjasama terkait industri 4.0 dengan NRC, pembangunan smart factory dan test bed di PIDI 4.0 dengan KITECH, ILJOO GnS dan Gachon University.

"Dalam lingkup berbagai kerjasama tersebut telah ada beberapa kerjasama yang sedang berjalan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin diantaranya kerjasama terkait pengembangan pusat ekosistem startup di PIDI 4.0 yang didukung oleh STEPI serta pengenalan ICT practical enterprise di Indonesia untuk pendidikan vokasi yang didukung KRIVET, keduanya merupakan afiliasi lembaga riset NRC," tambahnya.

Rekomendasi