Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 372,9 miliar atau 60 persen dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp 621,62 miliar. Jumlah pembagian dividen tunai tersebut setara dengan Rp 397,84 per lembar saham.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty mengatakan, pada 2021, Perseroan berhasil mencapai laba bersih sebesar Rp 621,62 miliar, tumbuh sebesar 131,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perolehan laba ditopang pertumbuhan pendapatan bersih yang meningkat sebesar 41,6 persen menjadi Rp 2,65 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,87 triliun.
Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 33,8 persen dan 31,4 persen kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 21,2 persen dan 13,6 persen terhadap pendapatan Perseroan.
Dari sisi biaya, Perseroan berhasil meningkatkan efektifitas khususnya pada biaya operasional. Hal ini dibuktikan dengan turunnya rasio biaya operasional terhadap pendapatan menjadi 33,1 persen di 2021 dari sebelumnya berada pada kisaran 39,8 persen pada 2020.
Sepanjang tahun 2021, jumlah pemeriksaan mencapai 19,6 juta dan kontribusi pendapatan Perseroan (lebih dari 80 persen) masih didominasi oleh tes genomik dan tes rutin. Adapun Pemeriksaan COVID-19 (PCR, Serologi, Antibodi dan Swab Antigen) masih turut berkontribusi di sebagian kecilnya.
Perseroan berupaya untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan tes esoterik (tes khusus dan baru) termasuk tes genomik dan tes kesehatan lainnya yang sesuai dengan strategi pertumbuhan kinerja yang telah ditetapkan. Perseroan senantiasa meningkatkan kualitas pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan diversifikasi jalur distribusi dan produk yang lebih sehat dan seimbang melalui berbagai strategi.
"Kami menekankan layanan berbasis digital dengan memperhatikan customer journey melalui patient centric model. Kami terus meningkatkan kemampuan layanan Prodia Mobile Apps untuk terus memberikan kemudahan dan kecepatan layanan bagi pelanggan," ujar Dewi Muliaty di Jakarta, ditulis Jumat (8/4).
Advertisement
Percepat Transformasi Digital
Sepanjang 2021, Prodia juga terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai healthcare provider seperti rumah sakit, klinik dokter, hingga aplikasi layanan kesehatan lainnya. Kerja sama dengan dokter, asuransi, Perusahaan, dan Organisasi/komunitas awam bertumbuh dengan sangat baik, sehingga terus memperkuat posisi Prodia sebagai referral lab terbesar di Indonesia.
Kondisi pandemi juga membantu Perseroan melakukan percepatan transformasi digital di mana terdapat kebutuhan pelanggan untuk bisa mengakses layanan-layanan yang ada secara digital. Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile Apps mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 913,9 persen.
Perseroan juga mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode 2021 sekitar 1,3 juta pelanggan baru. Perseroan mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat 154,8 persen. Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 913,9 persen menjadi 138.504.