Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mendorong, percepatan pemberian vaksin dosis ketiga Covid-19 alias vaksin booster di DKI Jakarta. Mengingat, sampai saat ini, DKI masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Perry menerangkan, melalui pemberian vaksin booster akan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity di DKI Jakarta. Alhasil, mampu mempercepat laju pemulihan ekonomi nasional setelah meningkatnya aktivitas bisnis di ibu kota.
"Untuk segera memperkuat herd imunity, termasuk juga untuk booster (DKI Jakarta) ini sangat penting. Vaksinasi booster agar terjadi imunitas dan bisa membuka sektor ekonomi. Itulah kunci prasyaratnya," kata Perry dalam webinar bertajuk Outlook Perekonomian Jakarta 2022, Jakarta, Jumat (24/12).
Selain booster, percepatan dan pemerataan digitalisasi sistem pembayaran juga dinilai tak kalah penting diterapkan di DKI Jakarta. Mengingat, infrastruktur digital penunjang di wilayah Ibu Kota dinilai sudah sangat memadai.
Perry menyebut, Pasar Tanah Abang berpotensi dijadikan sebagai model sistem pembayaran secara digital di DKI Jakarta. Menyusul, nilai transaksi ekonomi pasar tekstil tersebut amat menjanjikan jika dikelola secara lebih baik.
"Pasar Tanah Abang itu sumber inklusi, karena tidak hanya sebagai pasar. Tapi, sumber geliat ekonomi dan juga menghijaukan Jakarta," terangnya.
Advertisement
Kontribusi DKI
Lebih lanjut Perry memaparkan, berbagai kontribusi besar DKI Jakarta dalam perekonomian nasional, termasuk sektor keuangan.
"Di sektor keuangan, DKI Jakarta memegang peranan penting. Outstanding kredit di DKI Jakarta mencapai 29 persen daei kredit nasional dan simpanan masyarakat di DKI Jakarta mencapai 49 persen dari total simpanan nasional," contohnya.
Selain itu, DKI Jakarta juga merupakan penyumbang transaksi non tunai terbesar. Yakni mencapai 40 persen dark total transaksi senilai Rp7.361 triliun.
Tak cukup disitu, DKI Jakarta juga menjadi epicentrum bagi industri manufaktur nasional. Menyusul, banyaknya industri yang terletak di sejumlah wilayah Jakarta maupun daerah penyanggah di sekitarnya.
"Kemudian dalam ekonomi riil, peran Jakarta tercermin pada signifikannya konsumsi rumah tangga dalam memengaruhi output wilayah lain. Misalnya di Pulau Jawa sebesar 21 persen.
"Lalu, Balinusra 7 persen, Kalimantan 6 persen, Sumatera 5 persen, dan Sulampua 4 persen," tambahnya mengakhiri.