Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memastikan, bahwa kepercayaan investor masih tetap tinggi meskipun omicron sudah terdeteksi di Tanah Air. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya minat investasi asing di dalam negeri.
"Dibuktikan gimana? Tingkat keseriusan mereka untuk mengeksekusi perizinan yang mereka dapat," kata dia dalam Media Gathering di Bali, Nusa Dua, Sabtu (18/12).
Dia menyebut, sejauh ini investasi disampaikan asing ke Indonesia tidak ada yang mundur. Sebagai contoh, proyek Lotte Chemical sebesar Rp62 triliun yang mangkrak di Cilegon tetap berjalan.
"Tidak ada yang diundur. Ini persoalan seni dalam meyakinkan, seni untuk merayu," kata dia.
Menteri Bahlil juga memastikan bahwa tidak ada keraguan dari investor terhadap Indonesia. Keyakinan itu didapat atas data dan hasil komunikasi pendekatan dengan tim investor.
Advertisement
Kepercayaan Investor pada Indonesia Terancam Terganggu
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyebut, terdeteksinya varian omicron di Indonesia dapat menyebabkan kepercayaan investor berkurang. Sebab, pemulihan ekonomi akan terganggu.
"Saya lihat sedikit terganggu, ketika persepsi suatu negara kena varian covid-19 otomatis pemulihan ekonominya tidak efektif. Maka kepercayaan investor ke kita cukup berkurang," kata Tauhid.
Lantaran, investor melihat prospek ekonomi dari suatu negara yang terkena pandemi Omicron. Apakah akan berdampak pada investasi mereka atau tidak, sehingga investor lebih waspada dalam berinvestasi, termasuk ke Indonesia yang saat ini terdeteksi omicron.
"Mereka melihat prospek ekonomi kedepan apakah resikonya nambah, otomatis orang mau investasi ke Indonesia harus hati-hati, sehingga bisa membatalkan. Hal itulah yang juga menyebabkan nilai rupiah melemah sedikit, karena dampak sentimen ekonomi," jelas Tauhid.