Sri Mulyani: Dalam Satu Dekade Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 100 Kali Lipat

Tingginya peningkatan nilai uang elektronik digital di Tanah Air tak lepas dari perubahan perilaku masyarakat untuk lebih memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai transaksi ekonomi. Mengingat, adanya sejumlah kemudahan yang ditawarkan teknologi digital dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Sri Mulyani: Dalam Satu Dekade Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 100 Kali Lipat
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. ©2018 Merdeka.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, nilai transaksi uang elektronik di Indonesia meningkat lebih dari 100 kali lipat. Peningkatan itu dari Rp2 triliun di 2012 menjadi Rp205 triliun pada 2020 lalu.

"Ini menggambarkan dalam kurun waktu kurang dari satu dekade kenaikan (transaksi uang elektronik) lebih dari 100 kali lipat. Jadi, kita tidak hanya menggambarkan tentang pertumbuhan linier single digit, ini adalah eksponensial," ujarnya dalam acara Opening Ceremony The 3rd Indonesia Fintech Summit 2021, Sabtu (11/12).

Sri Mulyani bilang, tingginya peningkatan nilai uang elektronik digital di Tanah Air tak lepas dari perubahan perilaku masyarakat untuk lebih memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai transaksi ekonomi. Mengingat, adanya sejumlah kemudahan yang ditawarkan teknologi digital dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

"Selain itu, ini diakselerasi dengan adanya pandemi Covid-19," imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah bersama regulator terkait terus berupaya melahirkan berbagai kebijakan yang dapat menstimulus kelangsungan ekonomi digital. Dengan begitu, diharapkan dapat memperkuat perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19.

"Ini sebagaimana yang di sampaikan bapak presiden (Jokowi) dalam berbagai kesempatan agar menekankan light and touch (sentuhan lembut) dari sisi regulasi," tandas Sri Mulyani.

Perkembangan Ekonomi Digital

Vice Chairman Sinar Mas, Franky O Widjaja mengatakan, ekonomi digital Indonesia selama masa pandemi menjadi yang paling berkembang pesat se-Asia Tenggara. Hasilnya ekonomi digital mampu menarik investasi strategis yang berteknologi kelas dunia seperti Amazon, Web Service, Alibaba hingga Tensen.

"Dengan capaian Indonesia dalam perekonomian digital menjadi yang terbesar di Asia Tenggara selama pandemi dan mampu menarik investasi strategis bidang teknologi kelas dunia," kata Franky di Forum Dialog HUT 83 Sinar Mas: Economic Outlook 2022, Jakarta, Rabu (6/10).

Apalagi basis sektor UMKM di Indonesia sangat besar. Saat ini sudah ada 14 juta UMKM atau sekitar 22 persen yang telah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik. Franky menilai, UMKM Indonesia harus bisa masuk rantai pasok global dengan adanya teknologi.

Untuk bisa bersaing di rantai pasok global, Indonesia kata Franky harus menggunakan skema pemberdayaan ekonomi. Kunci sukses dalam pemberdayaan ekonomi bisa dilakukan dengan mempelajari berbagai modul yang sukses dilakukan di berbagai negara. Kemudian ditiru untuk dijalankan dengan fokus dan disiplin.

"Zaman now yang serba cepat kalau sudah bagus dan berhasil ini sebaiknya kita copy copy copy. Setelah itu dilakukan trend dengan disiplin. Maka kita harus fokus ke eksekusi eksekusi eksekusi," kata dia.

Tentunya hal ini harus dilakukan dengan didukung kebijakan dari pemerintah. Bila perlu, kata Franky skema pemberdayaan ekonomi ini ditampilkan dalam setiap website pemerintah pusat dan daerah.

Rekomendasi