ADB Beri Utang USD500 Juta Genjot Produktivitas Tenaga Kerja RI

Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai USD500 juta untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menaikkan produktivitas tenaga kerja. Kemudian juga melakukan reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
ADB Beri Utang USD500 Juta Genjot Produktivitas Tenaga Kerja RI
Utang. ©Shutterstock

Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai USD500 juta untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menaikkan produktivitas tenaga kerja. Kemudian juga melakukan reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

"Program baru ini akan membantu meningkatkan pembangunan sumber daya manusia, yang merupakan inti dari strategi pemerintah Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dalam jangka panjang," kata Direktur ADB bidang Pembangunan Manusia dan Sosial bagi Asia Tenggara Ayako Inagaki, Jumat (19/11).

Program ini mendukung reformasi penting yang membantu pemerintah, mencapai berbagai target kesehatan dan pendidikan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal) PBB, meningkatkan pendidikan dan pelatihan keterampilan, mendorong lapangan kerja bagi kaum muda, termasuk lulusan universitas.

"Kemudian memperluas jaring pengaman sosial serta mengurangi stunting pada anak-anak," kata Ayako.

Ayako mengatakan, Indonesia membutuhkan tingkat pertumbuhan tahunan setidaknya 7 persen, agar Indonesia mampu merealisasikan aspirasi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045. Angkatan kerja yang terampil sangat penting bagi transisi Indonesia menuju manufaktur teknologi tinggi dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi.

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia. Indeks modal manusia Indonesia naik menjadi 54 persen pada 2020 dari sebelumnya 50 persen pada 2010.

Meskipun anak Indonesia saat ini rata-rata sudah dapat menyelesaikan 12,3 tahun sekolah di usia 18, hasil pembelajaran yang lemah menjadikan kaum muda tidak siap memasuki pasar tenaga kerja.

Pandemi penyakit Virus Corona berdampak negatif terhadap hasil pembelajaran. Hal ini akibat penutupan sekolah yang berkepanjangan, sehingga dalam jangka panjang berpengaruh bagi anak-anak yang masih kecil.

Pandemi juga menyebabkan buruknya tingkat imunisasi bagi balita, karena perawatan kesehatan non-Covid 19 menjadi lebih sulit diakses. Sejalan dengan dampak pandemi yang menekan permintaan dan memperlambat penciptaan lapangan kerja, pengangguran jangka panjang dapat menimbulkan terkikisnya keterampilan, terutama di kalangan kaum muda.

"Dengan mengatasi defisit sumber daya manusia, program ini akan membantu meningkatkan pemulihan Indonesia dari pandemi global," kata Jose Antonio Tan III, Direktur ADB bidang Manajemen Publik, Sektor Keuangan, dan Perdagangan untuk Asia Tenggara.

Pembangunan manusia diidentifikasi sebagai pendorong penting pertumbuhan ekonomi dalam Visi 2045 pemerintah Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024.

Pinjaman baru ini membiayai subprogram pertama dari tiga subprogram Meningkatkan Produktivitas Melalui Program Pembangunan Modal Manusia (Boosting Productivity through Human Capital Development Program).

Program ini menggabungkan pinjaman berbasis kebijakan dengan bantuan teknis dan dukungan pengetahuan. Dengan berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, program ini bertujuan membantu menaikkan indeks sumber daya manusia Indonesia menjadi 59 persen pada 2026, sejajar dengan rata-rata kawasan dan rata-rata global.

Adanya angkatan kerja yang terampil dan sehat melalui pendidikan teknis dan vokasi, pelatihan dan pendidikan tinggi akan mendorong perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga turut memajukan pembangunan sektor swasta.

Rekomendasi