Konsumsi Masyarakat di Lebaran 2021 Naik 9 Persen, Terutama Sirup dan Biskuit

Sejak awal tahun 2021, NielsenIQ mengamati pergerakan pemulihan ekonomi di berbagai tempat berbelanja, baik di ritel modern maupun tradisional. Dia menilai, pergerakan pemulihan sudah mulai terjadi, terlebih menjelang periode hari raya Idulfitri pada April 2021 lalu.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Konsumsi Masyarakat di Lebaran 2021 Naik 9 Persen, Terutama Sirup dan Biskuit
Ilustrasi sirup. ©Shutterstock

Survei yang dilakukan NielsenIQ menunjukkan pertumbuhan belanja masyarakat periode Hari Raya Idulfitri 2021 yang mencapai 9 persen. Angka ini naik signifikan dibandingkan pada musim Lebaran tahun lalu yang tumbuh negatif 6 persen.

"Di tahun 2021 ini pertumbuhannya 9 persen," kata Associate Director Retailer Vertical, NielsenIQ, Ernawati, dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (23/6).

Sejak awal tahun 2021, NielsenIQ mengamati pergerakan pemulihan ekonomi di berbagai tempat berbelanja, baik di ritel modern maupun tradisional. Dia menilai, pergerakan pemulihan sudah mulai terjadi, terlebih menjelang periode hari raya Idulfitri pada April 2021 lalu.

"Antusiasme konsumen pada periode hari raya di tahun 2021 lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Erna.

Pada tahun 2021, Erna mengatakan masyarakat mulai mempersiapkan keperluan untuk bulan Ramadan dan hari raya sejak jauh hari. Persiapan yang dilakukan sejak 7 minggu sebelum lebaran dan 2 minggu sebelum memasuki bulan Ramadan.

"Sejak 2 minggu (sebelum puasa) merek sudah mulai belanja lebih untuk persiapan puasa. Tapi sebelum lebaran 2 minggu sudah lebih tinggi persiapannya," tutur Erna.

Produk-produk kategori festive di tahun ini juga tumbuh signifikan. Tercermin dari penjualan biskuit dan sirup yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020.

"Sirup dan biskuit ini naik. Melonjak signifikan sejak 2 minggu sebelum Lebaran," kata dia.

Kondisi ini kata Erna jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang bertepatan dengan awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

"Sehingga tren 2021 ini cukup berbeda dengan tahun 2020," kata dia mengakhiri.

Rekomendasi