Capai Pertumbuhan RI 2021 di Atas 5 Persen, Bahlil Sebut Investasi Harus Rp900 T

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menilai, bukan perkara mudah untuk memenuhi target realisasi investasi sebesar Rp 900 triliun di tahun ini. Mengingat, keganasan pandemi Covid-19 masih mengancam berbagai negara termasuk Indonesia.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Capai Pertumbuhan RI 2021 di Atas 5 Persen, Bahlil Sebut Investasi Harus Rp900 T
Mata Uang Dolar AS dan Rupiah. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menilai, bukan perkara mudah untuk memenuhi target realisasi investasi sebesar Rp 900 triliun di tahun ini. Mengingat, keganasan pandemi Covid-19 masih mengancam berbagai negara termasuk Indonesia.

"Bayangkan ngurus investasi di era pandemi Covid-19 Rp900 triliun ini tidak main-main. Pekerjaan yang berat sekali," ungkapnya dalam Rakornas Hipmi secara virtual, Sabtu (19/6).

Meskipun demikian, pihaknya terus berupaya keras untuk memenuhi target investasi bernilai jumbo tersebut. Hal ini demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi positif di tahun ini sebagaimana yang diinstruksikan oleh Presiden Jokowi.

"Di 2021 ini, teman-teman target investasi kita sekarang presiden meminta kepada kami untuk (pertumbuhan) ekonomi di atas 5 persen itu harus investasi minimal Rp900 triliun," jelasnya.

Realisasi Investasi Kuartal I 2021

Hingga kuartal I-2021, realisasi baru mencapai Rp219 triliun. Angka ini sekitar 24 persen dari target tahun ini. Investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp111,7 triliun atau 50,8 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp108 triliun atau 48,2 persen.

Dari jumlah investasi yang sudah masuk tersebut, ucap Menteri Bahlil, penanaman modal pada awal tahun ini lebih banyak dilakukan di luar Pulau Jawa yang mencapai Rp114,4 triliun atau 54,1 persen. Sedangkan sisanya Rp105,3 triliun atau 47,9 persen berada di Pulau Jawa.

"Tahun ini investasi di luar Jawa lebih besar, sekitar dari 52,1 persen. Jadi ini hampir seimbang," kata dia.

Menteri Bahlil menambahkan, dari jumlah investasi tersebut, juga sudah menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Yakni mencapai 311.793 orang.

Rekomendasi