Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan Garuda perlu meninjau kembali strategi marketingnya sebagai upaya untuk menekan kerugian akibat pandemi covid-19 dan bisa membayar utang-utangnya kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
"Saya melihat Garuda perlu meninjau kembali strategi marketingnya selian juga untuk berusaha menekan kerugian-kerugian tersebut. Nantinya kita juga harus melihat struktur hutangnya kepada siapa berhutang dan strateginya bagaimana," kata Alvin dalam B-Talk Sang Garuda Tersungkur Digulung Turbulensi, Selasa (25/5).
Di samping itu Alvin mengapresiasi penerbangan Indonesia yang hingga kini masih bertahan, termasuk Garuda Indonesia. Walaupun sepanjang tahun 2020 ini banyak penerbangan di seluruh dunia terpuruk, misalnya saja Singapore Airlines yang merugi hingga Rp 45 triliun.
Sama halnya dengan Garuda Indonesia yang kian hari low factor atau tingkat keterisian pesawatnya kecil hanya 25-30 persen saja. Menurut Alvin, secara bisnis hal tersebut tidak masuk hitungan.
"Ini secara bisnis tidak mungkin bisa masuk hitungannya. Sehingga saya juga mempertanyakan Garuda yang saat ini masih menggunakan strategi harga premium, yaitu dengan mematok tarif domestiknya pada tarif batas atas walaupun taraf keterisiannya pada 25-30 persen," ujarnya.
Alvin menyarankan agar Garuda Indonesia bisa menurunkan tarifnya agar keterisian pesawat meningkat. Karena itulah, banyak penumpang Garuda yang beralih ke penerbangan lain seperti Batik Air, Citilink, hingga Lion Air.
"Operating atau lingkungan operasi bisnisnya sudah berubah, tapi Garuda tidak mengubah strategi harganya. Akibatnya banyak penumpang Garuda yang beralih kepada Batik Air, Citilink bahkan Lion Air. Saya memperhatikan taraf keterisian Citilink maupun Lion Group lebih baik dari Garuda," ungkapnya.
Lion Group tingkat keterisiannya mencapai 60-70 persen dan Citilink 50 persen, sementara Garuda keterisian tempat duduknya hanya sekitar 25-30 persen saja. Dengan demikian, Alvin berpendapat Garuda Indonesia lebih baik mengubah strategi bisnisnya agar bisa terus bertahan di masa pandemi ini.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com