Mining Industry Indonesia (MIND ID) bakal mencari pasokan lithium sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik (EV battery) di beberapa negara potensial. Pihaknya tidak hanya terfokus mencari lithium saja, namun juga komoditas lain seperti emas hingga fosfat.
"Beberapa negara ini kita lihat yang memiliki potensi lithium, fosfat dan lain-lain. Negaranya ada Peru, Kanada, Jordan, Laos, Australia, Maroko, Senegal, Malawi," ujar Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, dalam konferensi pers, Jumat (7/5).
Orias melanjutkan, pihaknya berkomunikasi aktif dengan duta besar masing-masing negara dan beberapa perusahaan terkait dalam pencarian bahan baku ini.
Advertisement
Kendati, langkah yang dilakukan ini masih dalam tahap awal imbas adanya pandemi Covid-19. "Beberapa proyeknya sedang berjalan dan nanti kita akan sampaikan kalau sudah ada kemajuan. Ini masih tahap awal sekali. Habis Covid-19 ini kita baru bergerak, sekarang masih terbatas pergerakannya," ujar Orias.
Di sisi lain, pihaknya juga masih berusaha mencari sumber lithium di dalam negeri, terutama melalui anak usaha MIND ID, PT Timah.
Meski disebut ada temuan, namun dirinya masih belum berani menyebutkan lokasi persisnya. "Sampai saat ini di dalam negeri kita pastikan barangnya benar-benar ada. Tempatnya tidak disangka-sangka, tapi di situ tempatnya. Kalau sudah confirmed kita akan kasih tahu," katanya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6