Sandiaga Uno: Dukung Ekonomi Kreatif dengan Belanja di Hari Belanja Brand Lokal 2021

Upaya lainnya yang bisa dilakukan masyarakat untuk memajukan industri kreatif nasional ialah dengan meningkatkan rasa kecintaan akan produk lokal. Menurutnya, ini akan memicu inovasi bagi pelaku industri lokal untuk terus berkompetisi.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Sandiaga Uno: Dukung Ekonomi Kreatif dengan Belanja di Hari Belanja Brand Lokal 2021
Sandiaga Uno. Instagram/@sandiuno ©2021 Merdeka.com

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut memajukan industri ekonomi kreatif Indonesia. Misalnya, dengan membeli brand lokal Indonesia.

"Mari dukung terus ekonomi kreatif Indonesia. Ya, dengan berbelanja di Hari Belanja Brand Lokal 2021," ucapnya dalam acara virtual conference Hari Belanja Brand lokal (HBBL) 2021, Kamis (15/4).

Upaya lainnya yang bisa dilakukan masyarakat untuk memajukan industri kreatif nasional ialah dengan meningkatkan rasa kecintaan akan produk lokal. Menurutnya, ini akan memicu inovasi bagi pelaku industri lokal untuk terus berkompetisi.

Adapun, kata Sandiaga, upaya untuk meningkatkan kecintaan akan brand lokal ialah dengan bangga untuk mengenakannya. Bahkan, dalam kesempatan sehari-hari.

"Mencintai produk lokal Indonesia dengan memakai produk lokal Indonesia setiap hari," ucapnya menekankan.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tak ragu membeli produk lokal yang kian mudah diperoleh dengan kualitas tinggi. Termasuk dalam pergelaran Hari Belanja Brand lokal (HBBL) 2021 pada 5 Mei mendatang. Acara ini diinisiasi oleh Hypefast dengan bantuan penuh dari Pinjam Modal.

"Apalagi produk lokal tidak kalah istimewanya dari produk luar negeri," tegasnya.

Sementara itu, CEO of Pinjam Modal, Herman Handoko mengatakan, Pinjam Modal sesuai dengan visi nya hadir untuk UMKM di Indonesia.

"Di masa pandemi ini brand lokal yg dipasarkan oleh UMKM menjadi salah satu rantai terpenting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Kami memberikan literasi kepada UMKM untuk survive terutama di masa pandemi ini, mulai dari memberikan edukasi dan informasi kepada masing-masing UMKM, bagaimana memasarkan produk secara online, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung operasional usaha mereka. Tentunya juga sebagai fintech P2P Lending, kami memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan akses pendanaan produktif," ujarnya.

Kejengkelan Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih merasa jengkel akibat produk luar negeri mendominasi pasar Indonesia. Padahal, dirinya selalu menekankan agar Kementerian, Lembaga dan BUMN untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

"Komponen dalam negeri ini harus terus, jangan sampai proyek pemerintah, BUMN, masih memakai barang-barang impor. Kalau bisa dikunci itu (impor) bisa menaikkan permintaan (lokal) yang tidak kecil, gede banget," ujar Presiden Jokowi dalam pembukaan Rakernas HIPMI 2021 secara daring, Jumat (5/3).

Oleh karenanya, menurut Presiden Jokowi, Indonesia harus segera memulai gerakan untuk tidak menyukai produk luar negeri. Tujuannya agar tidak terus menerus ketergantungan.

"Dan itu harus dimulai, kita harus benar-benar memulai paling tidak dari pemerintah dan BUMN, lalu ajak masyarakat untuk cinta produk Indonesia dan tidak suka produk luar," tegas Presiden Jokowi.

Rekomendasi