Luhut Soal Dilema Pemulihan Ekonomi: 22 Persen Masyarakat RI Tak Percaya Covid-19 Ada

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengakui, penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air menjadi pekerjaan rumah besar. Sebab, masih banyak penduduk yang tidak percaya keberadaan virus asal China itu.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Luhut Soal Dilema Pemulihan Ekonomi: 22 Persen Masyarakat RI Tak Percaya Covid-19 Ada
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. ©2020 Merdeka.com

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengakui, penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air menjadi pekerjaan rumah besar. Sebab, masih banyak penduduk yang tidak percaya keberadaan virus asal China itu.

"Berdasarkan data yang kami miliki, sebanyak 22 persen orang (penduduk RI) tidak percaya akan Covid-19," ujar Luhut dalam acara Mandiri Investment Forum 2021, Rabu (3/2).

Bahkan kata dia, kemungkinan besar lebih banyak penduduk Indonesia yang tidak percaya terhadap keberadaan virus corona.

Maka dari itu, pemerintah dan otoritas terkait pun kini tengah memperketat beragam prosedur dan program untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari kepolisian, Satpol PP, serta pemuka agama. "Kemenag juga terlibat sekarang. Jadi semua pesantren, semua pimpinan agama dan entah itu muslim, kristen, buddha harus bekerja sama bahwa hal ini harus kita tangani karena ini ancaman yang nyata terutama dengan varian yang baru,” kata Luhut.

Dia pun menegaskan, penanganan pandemi menjadi penting sebab juga berkaitan dengan proses pemulihan ekonomi. Menurut Luhut, proses pemulihan ekonomi tak akan terjadi bila pandemi tak bisa ditangani.

"Pemulihan ekonomi sangat bergantung pada penanganan Covid-19, hal ini sangat penting bagi Indonesia, bagaimana bisa menyeimbangkan penanganan Covid-19, di saat yang bersamaan juga tetap menggerakkan perekonomian," ucap dia.

Rekomendasi