Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut saat pembahasan omnibus law rampung maka akan memperkuat arus modal masuk ke Indonesia. Maka dari itu, tahun depan, pemerintah mematok target nilai tukar akan berada pada Rp 14.600 per USD.
Selain itu, pemulihan ekonomi negara maju akan memberikan sentimen positif terhadap perekonomian dalam negeri. "Nilai tukar menguat Rp 14.600. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah pemulihan ekonomi kita yang menarik arus modal ke dalam," kata menkeu dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2021, Jumat (14/8).
Masih adanya ketidakpastian global, lanjutnya, Kementerian Keuangan akan tetap melakukan instrumen kebijakan fiskal dan moneter agar bisa menciptakan lingkungan yang positif. Bersama dengan Bank Indonesia (BI), pemerintah akan tetap menjaga inflasi pada 3 persen yoy.
Harga minyak mentah Indonesia USD 45 per barel.Menkeu menjelaskan, pada tahun depan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) bakal bergerak antara level USD 40 per barel hingga USD 50 per barel. Maka dari itu, pada 2021, asumsi ICP dipatok pada level USD 45 per barel.
"Dengan asumsi pada 2020 the worst is over. Kejadian harga minyak sampai negative price itu sudah dilewati. Dan sekarang sudah relatif stabil, yaitu pada kisaran USD 40," beber menkeu.
Sementara, lifting minyak ditetapkan 705.000 barel per hari.Sedangkan untuk lifting gas dipatok 1,07 juta barrel of oil equivalent per day (boepd). "Lifting migas masih cukup struggle, meskipun pada 2021 sedikit lebih baik dari tahun ini," ungkapnya.
Advertisement
Menko Luhut Sebut Omnibus Law Jadi Langkah Pemerintah Reformasi Perekonomian
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, Indonesia perlu melakukan reformasi perekonomian. Salah satu caranya dengan menyusun omnibus law.
Menko Luhut melanjutkan, dalam persaingan global, Indonesia tidak boleh bersikap introvert. Tidak boleh hanya mengurusi urusan di dalam negeri saja. Perlu juga melihat tren perkembangan zaman secara global.
"Kan kita bersaing global, kita tidak boleh introvert. Kita tidak boleh hanya lihat ke dalam, kita harus lihat ke luar," kata dia dalam Pidato Ilmiah Indonesia In The Exta Ordinary Time di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Jumat, (14/8).
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6