Bisnis Penerbangan Kalah Saing Dibanding Transportasi Darat di Masa Pandemi

Meski begitu, hal ini tak menyurutkan Garuda untuk tetap melayani penerbangan pada rute tertentu. Meskipun dia tak menampik sempat berpikiran untuk mengurangi frekuensi penerbangan rute yang sepi penumpang.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Bisnis Penerbangan Kalah Saing Dibanding Transportasi Darat di Masa Pandemi
Bandara Soekarno Hatta. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut bahwa bisnis penerbangan saat ini kalah bersaing dengan transportasi jalur darat. Alasannya, prosedur penerbangan tidak fleksibel karena harus menjalani rapid tet. Demi memastikan penumpang terbebas dari virus corona.

"Hari ini karena harus rapid tes dan lain-lain kita jadi kalah bersaing dengan jalan darat," kata Irfan dalam diskusi Ngopi Pagi bertajuk 'Yuk Terbang Lagi Bersama Garuda' di Rakyat Merdeka TV, Jakarta, Jumat, (24/7).

Hal ini membuat masyarakat memilih bepergian menggunakan jalur darat dengan menumpang mobil. Cara ini lebih mudah karena tidak perlu khawatir terpapar selama di perjalanan.

"Kalau ke airport itu kan prosesnya panjang dan akhirnya naik mobil saja beres. Masuk mobil dan sampai Solo turun langsung masuk ke rumah," kata Irfan.

Meski begitu, hal ini tak menyurutkan Garuda untuk tetap melayani penerbangan pada rute tertentu. Meskipun dia tak menampik sempat berpikiran untuk mengurangi frekuensi penerbangan rute yang sepi penumpang.

Pertahankan Rute

Tetapi, saat ini beberapa rute seperti Solo tetap dipertahankan untuk melakukan penerbangan setiap hari. Begitu juga dengan rute lainnya.

"Kita tetap jaga minimal 3 hari sekali (rute penerbangan domestik) atau seminggu sekali ke luar negeri," katanya mengakhiri.

Rekomendasi