Pengamat ekonomi sekaligus dosen Perbanas, Piter Abdullah mengkritik langkah pemerintah yang menerapkan program pelatihan dalam kartu Prakerja. Sebab, menurutnya yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah bantuan tunai bukankah pelatihan.
"Saya sangat tidak sependapat dengan adanya komponen pelatihan dalam bantuan tersebut," kata Piter kepada merdeka.com, Senin (20/4).
Secara keseluruhan, Piter mendukung pemerintah memanfaatkan kartu Prakerja dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak wabah khususnya mereka yang terkena PHK. Hanya saja, dia menyayangkan upaya pelatihan yang diberikan oleh pemerintah.
Menurutnya masyarakat yang terkena PHK sebagian adalah mereka yang sudah punya skill dan berpengalaman. Oleh karena itu, pelatihan bukan sesuatu yang diharapkan bagi masyarakat di tengah kondisi pandemi virus Corona.
"Mereka butuh uang tunai agar mereka bisa membeli kebutuhan mereka. Di sisi lain mekanisme penyaluran dengan adanya penyelenggaraan pelatihan justru memunculkan banyak kegaduhan," kata dia.
Advertisement
Pihak Ambil Keuntungan
Dia pun menuding ada beberapa pihak yang mengambil keuntungan di tengah kondisi seperti saat ini. Apalagi banyak program pelatihan yang diberikan pemerintah dengan menggandeng beberapa perusahaan-perusahaan digital.
"Sulit untuk tidak menuduh adanya pihak yang mengambil keuntungan dalam penyaluran bantuan ini," kata dia.
Untuk itu, dia menyarankan pemerintah sebaiknya mengubah mekanisme penyaluran bantuan dengan menghapuskan bantuan pelatihan. Dana pelatihan nantinya bisa dialokasikan untuk membantu lebih banyak warga yang terdampak.