Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui kebijakan penyetopan impor dari China karena merebaknya virus corona memberi dampak ke Indonesia. Namun demikian, dampak keputusan tersebut tidak dirasakan secara langsung.
"Dampak tidak langsung, dampak itu pasti ada," ucap Airlangga usai bertemu Wapres Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).
Airlangga menyebut bahwa China dari segi produksi juga mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan adanya perpanjangan hari libur kepada pegawai mereka sebagai dampak merebaknya virus corona. Namun demikian, Airlangga berharap kondisi dialami China saat ini bisa lebih cepat ditangani seperti kasus SARS sebelumnya.
"Kita harap recovery lebih cepat dari SARS yang lalu," lanjut Airlangga.
Advertisement
Tanggapan Wapres Maruf Amin
Sebelumnya, Wapres Ma'ruf sudah angkat bicara terkait moratorium impor komoditas dari Negeri Tirai Bambu. Wapres menyatakan setuju terkait adanya adanya rencana tersebut khususnya komoditas hewani.
"Saya kira hampir semua negara ambil kebijakan ini karena tidak ingin ada dampak buruk (virus corona)," kata Wapres Ma'ruf Amin.
Wapres mengatakan, ini bukan langkah memperburuk kerjasama antara kedua negara. Dia berkeyakinan bahwa China juga tidak ingin jika virus mematikan yang mewabah dari Wuhan terus berdampak ke seluruh dunia hasil kontaminasi dari komoditasnya.
"Saya kira China juga tidak ingin kalau virus menyebar, bahkan kalau orang sudah terdampak keluar (negara China) saja tidak boleh," jelas mantan rais aam PBNU ini.
Wapres Ma'ruf menambahkan, impor dari China yang akan dihentikan sementara adalah komoditas hewani. Selain itu, dia memastikan impor masih akan dilanjutkan selama kondisinya tidak membahayakan.
"Hewani itu dilarang ya, untuk sementara. Kita jaga supaya tak terdampak ke kita. Kalau yang tidak berdampak ya masih (diizinkan impor)," tandas dia.