Boeing Pecat Dennis Muilenburg dari Kursi CEO Sebab Krisis 737 Max Tak Kunjung Usai

Boeing memecat CEO Dennis Muilenburg. Pemecatan dilakukan karena Dennis tak kunjung menyelesaikan permasalahan Boeing 737 Max usai kecelakaan yang salah satunya menimpa maskapai Lion Air. Dennis Muilenburg akan digantikan David Calhoun di posisi CEO per 13 Januari mendatang.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Boeing Pecat Dennis Muilenburg dari Kursi CEO Sebab Krisis 737 Max Tak Kunjung Usai
Dennis Muilenburg. ©2019 Joshua Lott/Pool via REUTERS

Boeing memecat CEO Dennis Muilenburg. Pemecatan dilakukan karena Dennis tak kunjung menyelesaikan permasalahan Boeing 737 Max usai kecelakaan yang salah satunya menimpa maskapai Lion Air.

Dilansir dari CNBC, Selasa (24/12), Dennis Muilenburg akan digantikan David Calhoun di posisi CEO per 13 Januari mendatang. Boeing menolak memberikan komentarnya terkait pemecatan tersebut.

"Pemegang saham percaya penggantian kepemimpinan dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan pada perusahaan. Kami berkomitmen untuk melanjutkan bisnis dengan mengedepankan transparansi, termasuk aktif berkomunikasi dengan FAA, dan pembuat kebijakan lain dan konsumen kami," ujar CFO Greg Smith yang menjabat sebagai CEO sementara dalam pesannya ke karyawan Boeing.

Saham Boeing meningkat sekitar 3 persen usai pengumuman pergantian CEO. FAA turut enggan berkomentar mengenai penggantian Dennis Muilenburg, namun mengatakan bahwa Boeing terus menjalin komunikasi dengan pembuat kebijakan lain di dunia penerbangan tentang perubahan yang sudah dilakukan.

"Prioritas utama kami adalah aspek keamanan. Dan kami tidak menetapkan batas waktu. Kami berharap Boeing mengedepankan prioritas itu," ujar FAA.

Krisis menimpa Boeing disebut menjadi salah satu yang terparah dalam 100 tahun perusahaan beroperasi. Krisis ini telah membuat hubungan dengan maskapai pengguna terganggu hingga banyak pilot yang komplain dan tak lagi mempercayai Boeing.

Pihak maskapai sendiri harus menelan kerugian jutaan Dolar Amerika Serikat (USD) dan pertumbuhan yang menurun akibat dilarang terbangnya Boeing 737 Max yang telah dibeli. Apalagi permasalah diperparah dengan mahalnya biaya bahan bakar atau avtur.

Dennis Muilenburg, pada Juli, mengatakan akan menghentikan produksi 737 Max jika izin terbang belum didapatkan hingga kuartal empat atau akhir tahun ini. Pertemuan terakhir pada minggu lalu, Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) belum juga memberikan izin terbang.

Kepala FAA, Stephen Dickson, tidak bisa memberikan patokan waktu kapan pesawat itu diizinkan terbang lagi. Sebab, masih ada sebelas langkah sertifikasi yang masih belum selesai prosesnya.

"Jika Anda menghitung, itu akan berlanjut sampai 2020," ujarnya.

Boeing terus bersikeras membuktikan bahwa mereka ingin secepatnya mendapatkan persetujuan terbang lagi. Dennis berharap pesawatnya dapat disetujui untuk terbang setidaknya di Amerika pada akhir tahun ini dan layanan komersial dapat dimulai setidaknya pada Januari.

Rekomendasi