Luhut Akui Maskapai Penerbangan Murah Kurang Diperhatikan Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai penurunan tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh maskapai. Luhut pun mengakui selama ini pemerintah juga kurang memberikan perhatian terhadap operasional maskapai LCC.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Luhut Akui Maskapai Penerbangan Murah Kurang Diperhatikan Pemerintah
Menko Luhut. ©2018 Merdeka.com/Yayu

Pemerintah Jokowi-JK memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) seperti Lion Air dan Citilink. Skema yang bakal digunakan nantinya adalah dengan memberikan diskon 50 persen dari tarif batas atas yang berlaku di 3 hari dengan jam-jam tertentu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai penurunan tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh maskapai. Luhut pun mengakui selama ini pemerintah juga kurang memberikan perhatian terhadap operasional maskapai LCC.

"Sebenarnya LCC selama ini tidak kita tata dengan benar. Di negara-negara lain sudah punya airport sendiri, terminal sendiri untuk LCC supaya cost lebih murah, kan ujung-ujungnya pada cost," ujar dia di Kantornya, Jakarta, Selasa (2/7).

Luhut mencontohkan, salah satu pemborosan yang menyebabkan biaya tiket LCC di Indonesia tiba-tiba melonjak adalah keinginan maskapai untuk terus memiliki armada pesawat baru. Sementara, kondisi ini berbalik dengan di Amerika Serikat, di mana maskapai LCC cenderung memiliki pesawat dengan usia lebih tua dengan kondisi lebih baik.

"Maintenancenya bagus, sehingga cost dia lebih rendah," ujar dia.

Oleh karena itu, efisiensi dari biaya operasional maskapai tersebutlah yang menurutnya menjadi kunci untuk menekan tarif tiket pesawat. Salah satunya dengan membatasi tingkat impor bahan bakar avtur.

Dia menambahkan, monopoli Pertamina sebagai distributor avtur untuk maskapai di Indonesia seharusnya dihentikan. Indonesia harus mau membuka pasar avtur untuk pesaing dari luar negeri agar harga avtur yang dibeli oleh maskapai bisa lebih kompetitif.

"Jadi bikin saja saingan Pertamina itu jangan satu, bikin dua. Kan ada AKR dan mana itu, ada Shell, perusahaan minyak kan banyak siapa aja yang mau itu. Tapi dibatasi jangan terlalu banyak juga," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Menteri Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dalam rakor ini secara bersama-sama pihak maskapai penerbangan LCC sepakat untuk menjual tiket penerbangan murah di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pada jam-jam berikut yakni mulai pukul 10.00 WIB - 14.00 WIB.

"Yang pertama adalah untuk LCC domestik pada setiap hari Selasa Kamis dan Sabtu pada jam keberangkatan antara pukul 10.00 sampai pukul 14.00 waktu lokal di masing-masing bandara yang ada di sana," katanya saat konferensi pers di Kantornya Jakarta, Senin (1/7).

Adapun penurunan harga tiket yang telah ditetapkan tersebut akan diberikan diskon hingga 50 persen dari tarif batas atas (TBA) yang diatur oleh pemerintah. "Intinya adalah pemerintah beserta seluruh stakeholder terkait tetap berkomitmen ingin menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat yaitu untuk LCC domestik dari hari Selasa Kamis Sabtu," jelasnya.

Rekomendasi