Buntut kebakaran kapal di Benoa, Menteri Susi akan tata pelabuhan perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan Pelabuhan Benoa saat kejadian kebakaran kapal terdapat hampir 800 kapal ikan. Padahal, pelabuhan Benoa bukan untuk perikanan. Menurutnya, di Bali, banyak pelabuhan perikanan yang seharusnya menjadi tempat sandar kapal-kapal perikanan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Buntut kebakaran kapal di Benoa, Menteri Susi akan tata pelabuhan perikanan
Nelayan. ©2012 Merdeka.com

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku akan menata ulang pelabuhan-pelabuhan perikanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penataan ini sebagai tindak lanjut adanya kebakaran 39 kapal di Pelabuhan Benoa, Bali.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan Pelabuhan Benoa saat kejadian kebakaran kapal terdapat hampir 800 kapal ikan. Padahal, pelabuhan Benoa bukan untuk perikanan.

Menurutnya, di Bali, banyak pelabuhan perikanan yang seharusnya menjadi tempat sandar kapal-kapal perikanan tersebut salah satunya di Jembrana.

"Kita akan kerjasama KSOP untuk nanti kapal ikan akan digeser ke pelabuhan ikan. Fasilitas yang diperlukan akan kita penuhi kalau memang ada yang dibutuhkan," kata Menteri Susi di kantornya, Selasa (17/7).

Sementara itu di kesempatan yang sama Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengaku idealnya pelabuhan perikanan hanya bisa menampung kapal perikanan sebanyak 300 unit.

Tak hanya di Pelabuhan Benoa, Zukficar mengaku beberapa pelabuhan perikanan di Indonesia lainnya yang saat ini sudah cukup padat seperti di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta. "Jadi kita akan tata supaya kapal-kapal perikanan itu nyaman dan terfasilitasi di pelabuhan perikanan. Keluar masuk itu tidak sempit. Makanya idealnya pelabuhan itu 300 kapal," terangnya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi