Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengakui perang dagang antara Amerika Serikat dan China bisa berdampak pada ekspor Indonesia. Sebab, Indonesia selama ini mengirim bahan baku industri ke China.
Semenjak perang dagang, geliat industri China semakin menurun. Permintaan akan ban baku juga turut loyo.
"Otomatis kita banyak menyuplai bahan baku itu, bisa menurun ekspor bahan baku. Oleh karena itu upaya kita adalah bagaimana menstabilkan ekonomi dalam negeri sehingga bukan hanya ekspor tapi juga dalam negeri bisa tumbuh. Kedua juga mencari pasar baru," papar JK di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).
Tak hanya itu, Indonesia juga terpengaruh langsung lantaran Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengevaluasi generalized system of preferences (GSP). Kebijakan tersebut merupakan pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor dari negara yang memperoleh manfaat.
"Memberikan keutamaan pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia," papar JK.
Jk berjanji, pihaknya akan mengupayakan untuk tetap menstabilkan ekonomi dalam negeri.
"Sehingga bukan hanya ekspor tapi juga dalam negeri bisa tumbuh," katanya.