Angkasa Pura II beri insentif maskapai penyedia penerbangan tambahan untuk Lebaran

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa tujuan dari diberikannya insentif ini diantaranya adalah untuk memaksimalkan peran bandara dalam peak season Idul Fitri 1439 H sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat secara umum dapat berlangsung dengan lancar.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Angkasa Pura II beri insentif maskapai penyedia penerbangan tambahan untuk Lebaran
Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. ©Humas Soekarno-Hatta

PT Angkasa Pura II akan memberikan insentif bagi maskapai yang mengoperasikan extra flight atau penerbangan tambahan di luar penerbangan reguler pada periode mudik Lebaran. Adapun extra flight yang memperoleh insentif adalah penerbangan pada masa Angkutan Lebaran H-8 dan H+8 atau pada 7 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa tujuan dari diberikannya insentif ini diantaranya adalah untuk memaksimalkan peran bandara dalam peak season Idul Fitri 1439 H sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat secara umum dapat berlangsung dengan lancar sejalan dengan instruksi Kementerian Perhubungan.

"Insentif sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan peran bandara melalui pembagian penerbangan secara rata khususnya di luar jam sibuk atau golden time, serta sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap maskapai yang diharapkan dapat mengurai kepadatan jadwal penerbangan pada periode sibuk Angkutan Lebaran 1439 H," kata Awaluddin dalam keterangan resminya, Jumat (8/6).

Dia menjelaskan bahwa program Insentif Angkasa Pura II dilakukan guna mendukung pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura II serta dalam mencapai target jumlah penumpang di 14 bandara sebanyak 116 juta penumpang.

Adapun periode Januari-Mei 2018 telah tercatat sebanyak 45,2 juta penumpang atau meningkat 9,5 persen dibandingkan tahun 2017 yaitu 41,3 juta penumpang. Sementara itu pergerakan pesawat pada Januari-Mei 2018 tercatat sebanyak 353.250 pergerakan, meningkat 8,9 persen dibanding tahun 2017 dengan pergerakan 324.355 yang pada akhir tahun ini ditargetkan mencapai 1 juta pergerakan.

"Di samping itu, insentif juga diberikan sebagai persiapan bandara-bandara kami menuju operasional 24 jam di sejumlah bandara yang dikelola Angkasa Pura II dalam mendukung pertumbuhan trafik penumpang angkutan udara dan pertumbuhan pariwisata Indonesia. Saat ini bandara yang sudah beroperasi 24 jam adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta," ujarnya.

Selama masa Angkutan Lebaran 1439 H, Angkasa Pura II mendukung kesiapan proyeksi extra flight sebanyak 838 pergerakan pesawat dengan proyeksi puncak arus mudik H-6 sebanyak 3.013 pergerakan pesawat atau meningkat 9 persen dibandingkan dengan puncak arus mudik tahun lalu sebanyak 2.539 pergerakan.

Sebelum Insentif Lebaran, Angkasa Pura II sebelumnya juga telah memberikan sejumlah insentif kepada maskapai guna mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional dan semakin luasnya konektivitas udara sejalan dengan nawacita yang dicanangkan pemerintah.

Setelah Insentif Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 lalu, Angkasa Pura II kembali memberikan insentif bagi maskapai berupa Pemberian Uang kembali (cash back) sebesar 100 persen Tarif Pelayanan Jasa Pendaratan Pesawat Udara.

Rekomendasi