Presiden Joko Widodo meresmikan program kewirausahaan tani dan digitalisasi pertanian di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk membantu petani lebih mandiri dan memiliki daya tawar lebih baik, sehingga bisa memberikan kesejahteraan lebih baik kepada petani.
"Supaya kita bisa memenangkan persaingan dan kompetisi dunia utamanya di bidang pangan, oleh sebab itu dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim pada pagi hari ini saya resmikan dimulainya program kewirausahaan dan digitalisasi pertanian di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu provinsi Jawa Barat," kata Presiden Jokowi, Kamis (7/6).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan program ini dikembangkan di kawasan perintis kewirausahaan pertanian di 9 kabupaten di Jawa Barat, yakni Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Ciamis, Sumedang, Majalengka, dan Tasikmalaya. Dan dikoordinasikan oleh BUMN di masing-masing wilayah melalui pembentukan PT Mitra BumDes Bersama (MBB).
PT MBB merupakan badan usaha yang 51 persen saham dimiliki MBM, yang merupakan anak usaha dari 7 bumn. Sementara 49 persen saham dimiliki perkumpulan gapoktan bersama dan perkumpulan bumdes bersama dari 14 desa. Sedangkan pembagian hasil usaha tidak mencerminkan porsi saham di atas, melainkan 80 persen untuk perkumpulan gapoktan dan bumDes, sedangkan 20 persen untuk PT MBM.
"Keterlibatan di dalam MBB ini adalah untuk mendukung manajemen profesional dan teknologi informasi digital, sehingga diharapkan pengelolaan MBB lebih profesional dan governance," imbuhnya.
Untuk PT MBB Sliyeg, lanjutnya, sudah memiliki sarana pasca panen, yakni sentra pengolahan beras terpadu (spbt) modern di atas tanah seluas 3700 m2 dengan kapasitas 2 ton per jam yang mampu memisahkan kulit beras menyosok beras, sampai memisahkan kualitas beras, dan mengemas beras. Mesin pengering padi yang dapat mengeringkan gabah kering panen sebanyak 30 ton dalam satu siklus pengeringan selama 16-18 jam. Gudang beras berkapasitas 500 ton berikut sarana perkantoran dan sarana pendukung lainnya.
Sementara itu, dari 7009 orang di Kecamatan Sliyeg, telah diserahkan kartu Tani kepada 2993 petani dan sebanyak 1158 petani diantaranya telah menerima fasilitas kredit usaha rakyat. dengan pemberian fasilitas ini diharapkan seluruh kebutuhan tanam petani dapat terpenuhi dengan baik berikut jaminan biaya hidup sampai dengan musim panen.
Selain itu, agar seluruh 7009 petani di Sliyeg mendapatkan akses pembiayaan murah melalui KUR dengan tingkat bunga 7 persen pertahun, dalam waktu dekat pihak Bank Mandiri akan segera menuntaskan administrasi para petani. Diharapkan, program kewirausahaan pertanian ini dapat terwujud sebagai program yang dapat ikut memajukan dan masyarakat petani.
"Khusus untuk bapak dan ibu petani sekecamatan Sliyeg yang kami banggakan kami persilakan Bapak dan Ibu untuk memanfaatkan seluruh fasilitas PT MBB Sliyeg, khususnya fasilitas sentra pengelolaan beras terpadu ini yang sudah didirikan baru-baru ini. Karena ini semua adalah milik Bapak Ibu petani Kecamatan Sliyeg," tutupnya.