Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan banyak tawaran investasi asing untuk menanamkan modal di proyek infrastruktur seperti jalan tol. Jalan tol menjadi proyek infrastruktur yang dilirik investor asal Malaysia dan Australia.
"Kemarin saya bicara dengan Malaysia, Dana Pensiun di sana menanyakan apakah ada ruas tol yang akan dijual, mereka tertarik investasi di sana. Yang penting investasi ini aman dan resikonya minim," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Pelabuhan (KSPP), Ahmad Bambang, di Jakarta, Kamis (7/6).
Laiknya dana pensiun di Indonesia, di Malaysia, dana pensiun ini hanya dititipkan di perbankan syariah. Dengan demikian potensi pengembangan dana tersebut cukup besar.
Salah satu proyek yang bakal ditawarkan ke Malaysia tersebut adalah jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Saat ini ruas tol tersebut dimiliki oleh PT Waskita Karya (Persero).
"Waskita ini memang kita dorong untuk bangun tol, jadi dan dijual lagi. Karena mereka butuh dana untuk bangun proyek-proyek lainnya," ujar dia.
Tak hanya Malaysia, Ahmad mengaku Australia juga melirik investasi jalan tol di Indonesia. Selama ini, Australia juga telah berinvestasi jalan tol di berbagai negara, salah satunya di Israel.
"Mereka selama ini bangun tol di mana-mana karena belum melihat potensi Indonesia. Sekarang kita mulai banyak bangun, mereka mulai lirik," kata dia.
Ahmad menegaskan, dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, membutuhkan banyak investor swasta, baik dari dalam negeri dan luar negeri.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6