Pengamat: Harga rokok di Indonesia tertinggi di dunia

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyebut bahwa harga rokok di Indonesia terbilang mahal bila dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Jepang, Korea, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand dan Myanmar.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Pengamat: Harga rokok di Indonesia tertinggi di dunia
Ilustrasi rokok. ©Shutterstock.com/bikeriderlondon

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyebut bahwa harga rokok di Indonesia terbilang mahal bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Di Indonesia harga rokok paling mahal. Kalau dilihat dari pendapatan per kapita, harga rokok kita sudah termasuk tertinggi di dunia,” kata Yustinus dalam diskusi publik Optimalisasi Penerimaan Perpajakan, di Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Senin (14/5).

Yustinus mengatakan, harga rokok di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara seperti Jepang, Korea, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand dan Myanmar.

Penilaian ini berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI), yakni rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

Namun demikian, hal ini justru berbalik dengan keterjangkauan harga rokok di berbagai negara dengan metode IPC pada bungkus rokok, Indonesia menduduki posisi paling rendah di bawah negara Asia seperti Myanmar, Philippines dan Malaysia.

Sementara negara seperti Macau menduduki posisi paling tinggi, kemudian di susul Japan, Taiwan, Korea, Hongkong, PR China, Singapore, Vietnam.

Rekomendasi