Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi terkini pasca letusan freatik Gunung Merapi, untuk menentukan kebijakan terkait pengaturan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara yang terdampak letusan.
"Saya belum dapat laporan dari sana sejauh mana debu-debu mengganggu," ungkapnya di sela-sela acara peringatan 'HUT 45 tahun YLKI', di Hotel Kaisar, Jakarta, Jumat (11/5).
"Nanti kita baru akan sampaikan. Kalau pemetaan terhadap debu-debu dari pada merapi itu bisa dihitung. mungkin siang ini," ujarnya.
Untuk diketahui, pasca letusan gunung Merapi masyarakat yang tinggal di radius 3 kilometer diminta untuk menjauh dari kawah Gunung Merapi. Selain itu letusan itu pun mengakibatkan penutupan sementara Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Communication and Legal Section Head Bandara Adisutjipto, Liza Anindya mengatakan dampak letusan freatik ini menyebabkan Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk sementara ditutup. Penutupan, kata Liza dilakukan sejak pukul 10.25.
"Untuk sementara aerodrome Bandara Adisutjipto closed. Closed sejak pukul 10.25," ujar Liza saat dihubungi.
Liza mengatakan penutupan akan dilakukan hingga 30 menit mendatang. Penutupan 30 menit dilakukan sembari memantau kondisi ke depannya. "Ditutup sampai dengan 30 menit ke depan. Untuk selanjutnya akan kami update kembali sesuai perkembangan hasil monitoring dan evaluasi," urai Liza.