Menko Darmin harap pemberian kredit pendidikan tidak picu NPL

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemberian kredit pendidikan bagi mahasiswa harus dikaji dengan seksama. Hal tersebut agar tidak menjadi masalah di kemudian hari termasuk dampaknya terhadap resiko kenaikan NPL.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko Darmin harap pemberian kredit pendidikan tidak picu NPL
Darmin Nasution. ©2017 Merdeka.com

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemberian kredit pendidikan bagi mahasiswa (student loan) harus dikaji dengan seksama. Hal tersebut agar tidak menjadi masalah di kemudian hari termasuk dampaknya terhadap resiko kenaikan NPL.

"Kita pelajari kredit pendidikan itu, sekalipun di Amerika NPL (Non Performing Loan) nya banyak. Kita mesti yang betul. Kalau tidak, repot," ujar Darmin saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/4).

Darmin menambahkan, pemerintah juga masih mengkaji bagaimana nantinya skema pemberian kredit tersebut dilakukan terhadap mahasiswa. Saat ini, pemerintah masih fokus terhadap penerapan pendidikan vokasi.

"Tunggulah kalau soal skema. Kemarin kita baru ngomongnya soal vokasi," jelasnya.

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan kredit pendidikan (student loan) untuk mahasiswa. Kredit tersebut diberikan dengan plafon hingga Rp 200 juta per mahasiswa dengan bunga hanya sebesar 6,5 persen flat selama 5 tahun.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, kredit pendidikan tersebut diluncurkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Sesuai dengan arahan presiden beberapa pekan yang lalu di rapat seluruh dirut dan komisaris utama seluruh perbankan diarahkan supaya perbankan itu busa memikirkan untuk bisa memberikan kredit pendidikan," kata Maryono di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Selasa (10/4).

Rekomendasi