Ketua Bidang Ekonomi BisnisAsosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengungkapkan pihaknya menyambut positif program pengumpulan data e-commerce yang digalang Pemerintah.
Menurutnya, ada keuntungan yang bakal diperoleh pelaku e-commerce dari pengumpulan data tersebut. Di antaranya, data tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi setiap pelaku e-commerce untuk menilai kinerja bisnisnya serta menentukan strategi lebih lanjut.
"Ada benefit balik untuk mereka. Ketika saya memberi data, saya dapat info balik sebenarnya performa saya seperti apa dibandingkan dengan data agregat. Trend-nya seperti apa sih, per kategori seperti apa," ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (15/12).
Selain itu, data tersebut juga bisa menjadi acuan pemerintah dalam membuat kebijakan mengenai e-commerce. Hal ini dibutuhkan untuk mengantisipasi perkembangan e-commerce terhadap perekonomian Indonesia.
"Ada 320 anggota (di idEA). So far sih (tanggapan) positif. Ini kan Pemerintah sedang siap-siap e-commerce ini perkembangannya seperti apa. Kalau tidak punya datanya, terus gara-gara e-commerce tumbuh atau jatuhnya tidak terprediksi itu kan membahayakan ekonomi nasional nasional," imbuhnya.
Untuk itu, Untung mengharapkan para pelaku bisnis e-commerce bersedia memberikan data transaksinya kepada BPS. Dia pun akan melakukan komunikasi dengan para pemain di bisnis e-commerce dari luar negeri.
"Komunikasi dengan dari luar, saling terbuka, kita kan tak bisa memungkiri bahwa kita akan saling butuh," tandasnya.