5 Fakta mencengangkan dalam kasus korupsi berjamaah pangeran Saudi

Sebanyak sebelas pangeran Kerajaan Arab Saudi, empat menteri, sepuluh mantan pejabat, dan sejumlah pengusaha ditangkap dan ditahan oleh lembaga anti korupsi setempat, dalam operasi digelar Minggu pekan lalu. Mereka dikabarkan terlibat sederet perkara rasuah mulai dari menyuap hingga penyalahgunaan wewenang.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
5 Fakta mencengangkan dalam kasus korupsi berjamaah pangeran Saudi
pangeran muhammad bin salman. ©alriyadh.com

Sebanyak sebelas pangeran Kerajaan Arab Saudi, empat menteri, sepuluh mantan pejabat, dan sejumlah pengusaha ditangkap dan ditahan oleh lembaga anti korupsi setempat, dalam operasi digelar Minggu pekan lalu. Mereka dikabarkan terlibat sederet perkara rasuah mulai dari menyuap hingga penyalahgunaan wewenang.

Sejumlah tokoh penting di Arab Saudi itu dikabarkan disangka terlibat menyogok, penggelapan, pencucian uang, hingga penyalahgunaan wewenang.

Menurut sejumlah sumber, beberapa keluarga kerajaan tersangkut masalah hukum berbeda. Pangeran Alwalid merupakan pemilik perusahaan penanaman modal Kingdom Holding dijerat dengan dugaan pencucian uang dan memeras pejabat negara.

Pangeran Mitab bin Abdullah, yang tadinya merupakan pimpinan Garda Nasional, dijerat dengan dugaan penggelapan serta menyetujui kontrak pegawai fiktif. Dia juga disebut memenangkan perusahaannya dalam kontrak proyek dari negara, termasuk dalam proyek pengadaan radio komunikasi dan perlengkapan tentara antipeluru bernilai miliaran dolar.

Sedangkan Gubernur Provinsi Riyadh, Pangeran Turki bin Abdullah, diduga korupsi dalam proyek kereta dalam kota serta menggunakan pengaruhnya buat menekan pejabat pemerintah memenangkan perusahaannya.

Lantas mantan Menteri Keuangan Arab Saudi, Ibrahim al-Assaf, yang juga anggota dewan komisaris perusahaan minyak Aramco diduga menggelapkan anggaran dalam proyek perluasan Masjidil Haram di Mekah. Dia juga diduga sengaja menggunakan jabatannya buat memperoleh informasi buat menjadi makelar dan mendapat keuntungan dalam proses pembebasan lahan.

Penangkapan Alwaleed memberi kejutan tersendiri bagi pihak kerajaan maupun pusat keuangan dunia. Sebabnya, Alwaleed merupakan orang yang mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding dan merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan saham utama di berbagai perusahaan global seperti News Corp, Citigroup, Twitter, dan lainnya.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah hal mencengangkan dalam kasus korupsi para tokoh Saudi ini. Selamat membaca.

Pangeran Alwaleed menjadi orang terkaya Arab Saudi

Miliarder Alwaleed Bin Talal Alsaud menjadi salah satu pangeran yang ditangkap komite anti korupsi Arab Saudi. Pangeran Alwaleed Bin Talal Alsaud merupakan orang terkaya di Arab Saudi.

Dia memiliki bisnis yang tersebar di dunia, salah satunya Kingdom Holding Company yang bergerak di bidang properti dan infrastruktur.

Dilansir Forbes, Senin (6/11), kekayaan pangeran ini tercatat mencapai USD 18,7 miliar atau setara Rp 248,1 triliun. Dengan kekayaan tersebut, Alwaleed menduduki posisi 45 orang terkaya dunia.

Pangeran Alwaleed akan bangun gedung tertinggi dunia

Alwaleed memulai karir bisnisnya usai lulus dari Menlo College, Amerika Serikat. Usai lulus, pangeran kembali ke Arab Saudi untuk mendirikan Kingdom Holding Company. Beroperasi dari sebuah kantor kecil, Kingdom berhasil mendapatkan kontrak konstruksi dan real estate.

Di Agustus 2011, Alwaleed menggandeng Grup Bin Laden untuk membangun gedung tertinggi di dunia, Kingdom Tower senilai 4,6 miliar real Arab Saudi. Gedung tersebut akan dibangun setinggi 1.609 meter dan menelan biaya sebesar USD 20 miliar atau setara Rp 269,7 triliun.

Pangeran Alwaleed sebar kekayaannya di perusahaan dunia

Kerajaan bisnis Pangeran Alwaleed melibatkan berbagai macam perusahaan dunia. Dia berinvestasi di AOL, Apple, MCI, Motorola, Fox Broadcasting dan perusahaan teknologi dan media lainnya.

Pangeran Alwaleed juga memiliki jaringan Four Seasons Hotels dan New York Plaza Hotel. Namun, dia menjual separuh sahamnya di bursa New York pada Agustus 2004.

Penjualan saham tersebut dia investasikan di Hotel Savoy London dan Monaco Monte Carlo Grand Hotel. Pada Januari 2005, Alwaleed membeli Hotel Savoy di London seharga sekitar 250 juta Poundsterling untuk dikelola oleh Fairmont Hotels and Resorts.

Pangeran dan pejabat Saudi ditahan di hotel bintang 5

Ritz-Carlton Hotel di Riyadh dikabarkan menjadi 'ruang tahanan' para pangeran Arab Saudi terkait skandal korupsi.

Meski pihak hotel belum memberikan pernyataan resminya, namun, tampak sejumlah aktivitas tak biasa di hotel bintang 5 tersebut. Situs pemesanan hotel menyatakan 492 kamar di hotel tersebut tidak bisa dipesan hingga akhir November.

Sementara, di media sosial, heboh beredar kabar melalui cuitan bahwa tamu yang tengah menginap dipaksa pergi lebih cepat akhir pekan lalu. Selain itu, jaringan komunikasi ke hotel tersebut diputus.

Dengan fasilitas super mewah, Ritz-Carlton Riyadh pernah juga ditinggali oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, 3.500 pemimpin bisnis dan pemerintahan termasuk bos HSBC Stuart Gulliver, kepala IMF Christine Lagarde, dan CEO Softbank Masayoshi Son pernah menginap di sana.

Harga minyak melonjak ke posisi tertinggi sejak 2015

Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah Arab Saudi menangkap 11 pangeran serta 38 menteri, mantan menteri dan wakil menteri, karena tuduhan korupsi.

Harga minyak melonjak ke tingkat tertinggi sejak musim panas 2015, karena para analis mengatakan bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah telah membantu menopang pasar.

 

Rekomendasi