PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Persiapan ini untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018.
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya juga menyediakan tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, dan petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatera untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA.
"Total sebanyak 2.143 petugas disiagakan dengan rincian 633 personil PPJ ekstra, 1.190 personil PJL ekstra, dan 320 personil posko daerah rawan," kata Edi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/11).
Meski jumlah PJL ditingkatkan, Edi mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. Sebab, angka kecelakaan di lokasi tersebut sangat tinggi.
"Data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang. Pada 2015 terjadi 169 kecelakaan, 2016 tercatat 295 kecelakaan, dan per 25 Oktober 2017 terjadi 377 kecelakaan. Diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama," ujarnya.
Sementara itu, bagi para pengguna aplikasi KAI Access yang sudah mengunduh versi ter-update dan melakukan pembelian tiket KA dari aplikasi ini, mulai 2 Oktober fasilitas check in secara online bisa dilakukan langsung dari aplikasinya. Setelah melakukan check in melalui aplikasi, pengguna jasa KA akan mendapatkan e-boarding pass. Proses check in dan unduh e-boarding pass ini dapat dilakukan mulai dari 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.
"Masyarakat yang telah mendapatkan e-boarding pass tidak perlu lagi melakukan check in dan cetak boarding pass di mesin Check In Counter (CIC) di stasiun. Langsung saja menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas dengan menunjukkan e-boarding pass kepada petugas."