BKIPM kembangkan cara karantina ikan yang baik guna penuhi kualitas ikan

Saat ini BKIPM telah mengembangkan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB), yang merupakan metode yang berisikan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan semua tindakan dan penggunaan fasilitas instalasi karantina dilakukan secara efektif, konsisten, sistematis dan memenuhi standar biosekuriti untuk menjamin ke

Rizlia Khairun Nisa
Oleh Rizlia Khairun Nisa - Reporter
BKIPM kembangkan cara karantina ikan yang baik guna penuhi kualitas ikan
pasar ikan aceh. merdeka.com/arie basuki

Tuntutan kesehatan dan kualitas ikan yang diperdagangkan, baik untuk tujuan ekspor, impor ataupun antar area di dalam negeri terus digalakkan. Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan kegiatan karantina ikan. Hal ini bertujuan agar ikan yang akan diekspor dapat diterima dan memenuhi persyaratan standar mutu negara tujuan. Seperti, ikan harus bebas Hama dan Penyakit Ikan (HPI). Selain itu Unit Usaha Pembudidayaan Ikan (UUPI) harus menerapkan prinsip biosekuriti dan memiliki data kesehatan yang dapat ditelusuri riwayatnya.Saat ini BKIPM telah mengembangkan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB), yang merupakan metode yang berisikan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan semua tindakan dan penggunaan fasilitas instalasi karantina dilakukan secara efektif, konsisten, sistematis dan memenuhi standar biosekuriti untuk menjamin kesehatan ikan.CKIB ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, mendorong UUPI melaksanakan manajemen kesehatan ikan yang baik dengan prinsip-prinsip biosekuriti pada setiap tahapan produksi budidaya. Selain itu, pencatatan/pendokumentasian harus dilakukan selama proses produksi hingga distribusi.Kedua, diharapkan melalui CKBI ini komoditas perikanan dapat memenuhi jaminan kesehatan, sehingga daya saing komoditas yang diekspor dapat meningkat. Terakhir, untuk kegiatan impor dan antar area di dalam negeri, CKIB diharapkan dapat memberikan jaminan kesehatan ikan yang dimasukkan dan di lalu lintas antar area, dalam rangka melindungi sumber daya ikan dari serangan hama dan penyakit ikan yang dibawa dari luar.

Rekomendasi