Presiden Joko Widodo membuka Indonesia Business & Development Expo di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Presiden Jokowi tiba sekitar pukul 09.57 WIB di lokasi. Dalam sambutannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali menyinggung soal perubahan dalam perekonomian yang begitu cepat. Dari detik ke detik, dari menit ke menit, perubahan global itu terus terjadi."Kenapa (perubahan global ini) diulang, supaya kita semua sadar bahwa perubahan itu dari detik ke detik, menit ke menit selalu ada. Ini yang selalu di mana-mana mungkin bapak ibu semua sudah mendengar 10 atau 15 kali saya bicara mengenai ini. Tapi saya ulang terus, supaya sadar perubahan betul-betul melanda dunia," katanya.Presiden Jokowi juga mengingatkan, saat ini sudah terjadi pergeseran tata niaga di Tanah Air. Misalnya perdagangan dari offline menuju online. "Kita sudah hadapi itu. Sudah ada. Daripada orang jauh-jauh ke toko atau ke mall, kena macet di jalan, ngantre di kasir, cuma keluarkan ini, keluarkan HP, smartphone, buka aplikasi, tik tik tik tik tik, pesan dalam aplikasi, bayar dalam aplikasi, masukin alamat dalam aplikasi, tinggal tunggu barang diantar sampai ke rumah," jelasnya.Presiden Jokowi mengaku mengalami sendiri perubahan perniagaan dari offline menuju online. Dulu Presiden Jokowi kerap memesan makanan dengan mendatangi langsung tempat penjualan makanan, namun sekarang dia memesan makanan melalui aplikasi. "Saya pesan gado-gado tidak usah datang ke warung gado-gado. Saya minta go food, 30 menit datang. Beli sate, minta go food, 30 menit sampai satu jam datang. Pingin nasi padang juga. Saya kalau di istana pingin nasi padang, tinggal klik nasi padangnya nongol. Itulah pergeseran perniagaan, pergeseran perdagangan dari offline ke online," pungkasnya.Kenapa Presiden Jokowi sampai getol mengingatkan masyarakat untuk melek ekonomi digital? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.
Advertisement
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan Indonesia mampu menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Cita-cita tersebut didorong oleh jumlah penduduk milenial Indonesia yang cukup besar. "Ada beberapa hal yang kita punya kesempatan dan kelebihan. Pertama, penduduk kita benar-benar muda. Penduduk muda sangat cepat menyesuaikan diri masuk ke ekonomi digital," jelas Menko Darmin di JCC Senayan, Jakarta.Pemerintah telah membuat peta jalan ekonomi digital Indonesia. Pada akhir tahun 2015, nilai bisnis e-commerce tanah air diprediksi sekitar USD 18 miliar. Pada tahun 2020, volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai USD 130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50 persen.
Advertisement
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah tengah merancang untuk menyalurkan komoditas pangan menggunakan sistem digital atau e-commerce. Hal ini untuk memotong mata rantai distribusi yang membuat harga pangan tinggi."Terutama pasokan pangan. karena mata rantai ini yang membentuk harga tinggi. Ini akan kita lakukan walaupun belum terlalu masif. kita akan meningkatkan kedepannya," kata Menteri Enggar."Seperti yang kita sudah lakukan pada operasi Pasar idul fitri lalu oleh situs 5kg.com. Itu untuk mengurangi mata rantai," lanjutnya.Menteri Enggar juga terus mendorong agar beberapa pasar melakukan penjualan online. Selain itu, transaksi antar pulau antar provinsi juga akan dilakukan secara online. Bahkan, pemerintah telah menetapkan 10 kampung digital."Perkembangannya kita monitor cukup menarik UKM binaan Kemendag. Aplikasi software untuk pengadaan konsumen juga sudah dilakukan," jelasnya.
Advertisement
Kementerian Tenaga Kerja salah satu bagian dalam persiapan SDM, memaksimalkan potensi generasi muda di bidang digital ekonomi. Saat ini, dunia digital sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup bagi generasi muda."Banyak anak muda yang berbakat di bidang digital seperti game, musik, kemudian animasi. Ini sebenarnya ruang-ruang yang secara ekonomi bisa kita andalkan juga,â terang Menaker Hanif Dhakiri.Industri Digital, ini tidak semata membicarakan jual beli barang dan jasa via internet. Tetapi ada industri lain yang terhubung di dalamnya.Seperti penyediaan jasa layanan antar atau logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, dan lain-lain.
Advertisement
Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menekankan bahwa dunia menghadapi persoalan ketimpangan kesejahteraan. Tak terkecuali, 20 negara dengan perekonomian terbesar sejagat.Menurutnya, ekonomi digital memiliki peran signifikan mengurangi ketimpangan tersebut. "Beruntung Indonesia memiliki banyak contoh kasus yang bagus untuk itu."Semisal, lanjut Rudiantara, perusahaan transportasi online yang menerapkan prinsip ekonomi berbagi (sharing economy) antarsesama pelaku bisnis. Ini menarik banyak orang untuk terlibat mengembangkan bisnis berbasis teknologi tersebut."Gojek dalam dua tahun mampu memberdayakan banyak orang."
Advertisement
Di tengah perlambatan ekonomi nasional, masa depan pasar belanja online atau e-commerce di Tanah Air diprediksi tetap cerah. Alasannya, penetrasi internet di Indonesia makin melaju kencang.CEO Matahari Mall Hadi Wenas mengatakan pola perdagangan online seperti ini tidak hanya membantu pemasaran sebuah produk di pasar lokal tetapi juga mengembangkan ke negara lain.Pihaknya menyebut pasar e-commerce Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara lainnya. Maka dari itu, peluang di bisnis ini masih sangat besar."Indonesia masih kecil sekali, di China persentase revenue dibandingkan total retail lebih dari 10 persen di Indonesia mendekati 1 persen," ungkapnya.
Â