Kelangkaan garam melanda Indonesia beberapa hari terakhir. Akibat kelangkaan itu harga garam jadi melambung tinggi di pasaran. Pemerintah pun tengah mencari solusi terkait hal itu.Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan tengah membahas pengembangan ekstensifikasi lahan garam di Indonesia bagian Timur."(Rapat) tentang pengembangan ekstensifikasi lahan garam tadi, tentang lokasi tanah-tanah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nagakeo, kalau yang terlantar agar segera diproses, korporasi di PT garam harus masuk. Terus BPPT dari teknologinya. Seperti itu," ujar Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti, di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (8/8).Dia mengatakan, potensi lahan di Teluk Kupang sekitar 5.000 hektar. Sedangkan, di Nagakeo, masih terjadi perbedaan data. Di mana berdasarkan data di Kementerian Agraria dan Tata Ruang sekitar 700 hektar, sementara di KKP sekitar 1.700 hektar."Itu potensi lahan segitu, kita nanti kroscek saya nanti tim ini akan datang ke NTT untuk mengkroscek berapa lahan yang bisa dimanfaatkan," katanya.Menurutnya, wilayah Timur dipilih karena di wilayah sana tanahnya masih panjang dan salinitas lautnya lebih asin. "Supply demand bisa dari intensifikasi lahan yang sudah ada dengan lakukan pugar model-model yang ada, pencucian garam semua untuk tingkatkan kualitas mulai dari nacl dari rendah jadi tinggi," pungkas dia.
Pemerintah jadikan NTT lokasi pengembangan teknologi garam
Pemerintah jadikan NTT lokasi pengembangan teknologi garam. Potensi lahan di Teluk Kupang sekitar 5.000 hektar. Sedangkan, di Nagakeo, masih terjadi perbedaan data. Di mana berdasarkan data di Kementerian Agraria dan Tata Ruang sekitar 700 hektar, sementara di KKP sekitar 1.700 hektar.
Rekomendasi