Ini peluang bisnis incaran BNI & PT PP di konferensi pelabuhan Bali

Ini peluang bisnis incaran BNI & PT PP di konferensi pelabuhan Bali. Acara ini mempertemukan lebih dari 1.000 pelaku industri pelabuhan dari 35 negara di dunia. PT PP mengincar melaksanakan proyek-proyek pembangunan pelabuhan besar. BNI mengincar industri maritim di Indonesia dengan meningkatkan port service financing.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Ini peluang bisnis incaran BNI & PT PP di konferensi pelabuhan Bali
Aktivitas di Pelabuhan Priok. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Gelaran acara International Association of Port & Harbor (IAPH) Conference tengah digelar di Bali, Indonesia. Acara ini mempertemukan lebih dari 1.000 pelaku industri pelabuhan dari 35 negara di dunia.Dua perusahaan BUMN, yaitu PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Pembangunan Perumahan (PT PP) ikut dalam ajang ini dan menyasar peluang bisnis berbeda."Melalui event ini kami ingin memperkenalkan PT PP tidak hanya sebagai kontraktor tetapi juga investor," ucap Direktur Operasional PT PP, Toha Fauzi dalam keterangannya yang dikutip merdeka.com di Jakarta, Jumat (12/5).PT PP mengincar melaksanakan proyek-proyek pembangunan pelabuhan besar. Tak hanya dalam bentuk pembangunan tetapi juga dalam bentuk investasi seperti pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung."Melalui IAPH kami bisa mencari peluang dan kesempatan untuk bekerjasama tidak hanya dalam membangun proyek tetapi juga investasi terutama di sektor pelabuhan. Sasaran pertama kami adalah ASEAN sesuai dengan visi kami menjadi perusahaan (kontraktor) yang terbaik di ASEAN," tegasnya.Berbeda dengan PT PP yang menyasar kontruksi dan investasi terhadap pelabuhan, BNI mengincar industri maritim di Indonesia dengan meningkatkan pelayanan port service financing."Port Service Financing yang kami siapkan ini memberikan banyak manfaat, antara lain bagi Pelindo, akan ada ketepatan atau kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan. Adapun bagi para pengguna jasa kepelabuhan, layanan kami ini dapat memperlancar cash flow usaha,” ujar Corporate Secretary BNI, Kiryanto.Port service financing yang dikembangkan BNI berupa skim pembiayaan kepada pengguna jasa kepelabuhanan di Pelindo I - IV yang diintegrasikan dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhanan. Port Service Financing tergolong baru di sektor layanan perbankan Indonesia. Port Service Financing tersebut merupakan sekumpulan layanan lengkap yang diberikan kepada pengguna jasa kepelabuhanan, mulai dari penyaluran kredit hingga kemudahan dalam pembayaran atas penggunaan jasa-jasa kepelabuhanan di Indonesia."Beberapa kerja sama yang sudah dikembangkan antara BNI dengan Pelindo I - IV antara lain adalah layanan Billing Payment Host to Host, Autocollection, Port Service Financing, Autodebet Collection melalui BNIDirect, layanan Pembayaran ke Pihak Ketiga melalui BNIDirect, kemudian Pembayaran Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui BNIDirect, serta layanan Cash Pooling melalui BNIDirect," jelas Kiryanto.Kiryanto memperkirakan sekitar 30 persen - 40 persen market share keuangan untuk sektor industri pelabuhan telah berhasil dikuasai BNI dengan pendekatan tersebut.Baik Kiryanto ataupun Toha melihat bahwa market share yang dimiliki sekarang bisa dilebarkan dengan diawali melalui partisipasi dalam ajang konferensi pelabuhan ini. Hal tersebut karena mereka dipertemukan dengan berbagai pelaku Industri pelabuhan tidak hanya di ASEAN tetapi hampir di seluruh dunia.

Rekomendasi