Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui masih banyaknya pekerjaan rumah untuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi hub International. Terdapat dua masalah yang harus dibenahi yaitu penurunan tarif dan insentif.
"PR Ditjen laut itu harus turunkan biaya per kontainer. Hitungannya mesti ada insentif khususnya yang besar, kalau ngomong bisnis punya lapak, lapak 300 meter dia pakai 2 hari dengan 5.000 Teus, 2 hari 300 meter lapak berapa? Mestinya jangan hitung per Teus, tapi ada diskon," ujar Menhub Budi saat coffee morning di kantornya, Jakarta, Selasa (11/4).
Untuk itu, dia berharap, Ditjen Perhubungan Laut bisa segera siapkan konsep perhitungan ini. Agar bisa segera dikoordinasikan dengan pihak Kementerian Keuangan.
"Syukur-syukur besok ada konsep dan bisa dikirim ke Menkeu (Sri Mulyani). Paling tidak kita sampaikan supaya ada diskon pada kapal besar," katanya.
Selain itu, permasalahan yang harus cepat dibenahi yakni efisiensi biaya tunda dan penyedia jasa pelayanan pemanduan laut dalam bentuk kapal yang dibilang masih terlalu mahal.
"Jadi ada dua tugas menurunkan biaya makin efisien, juga biaya tunda dan tandu dikoreksi khusus kapal besar. Jadi kalau mereka datang (kapal besar) PR Dirjen harus konsisten."