Harga rumah terus merangkak naik. Ini kian menyulitkan masyarakat untuk memiliki hunian layak.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sekitar 40 persen masyarakat terbawah di Tanah Air tak mampu beli rumah tanpa bantuan pemerintah. Sekitar 20 persen lainnya mampu beli asal disubsidi.
"Cuma 40 persen masyarakat yang mampu beli rumah tanpa intervensi pemerintah," ucap Sri Mulyani, Jakarta, Senin (27/3).
Selain daya beli, ketersediaan rumah juga menjadi masalah. Kebutuhan rumah di Indonesia mencapai satu juta unit per tahun. Namun, pasokannya hanya 600 ribu unit per tahun.
Akibatnya, kurang pasok sebanyak 400 ribu rumah per tahun. Itu diluar backlog atau selisih antara pasokan rumah dan kebutuhan turun yang mencapai 12 juta rumah.
"Dari total kebutuhan satu tahun itu 40 persen dibiayai swasta dan 20 persen intervensi pemerintah. Sisanya diperoleh dari swadaya masyarakat."
"Ini persoalan harus dipecahkan yang membutuhkan semua pihak dan respons pemerintah."