Mendag Enggartiasto sebut potensi investasi kawasan IORA cukup besar

Kawasan Indian Ocean Rim Association (IORA) dinilai memiliki potensi perdagangan dan investasi yang cukup besar. Namun, hingga saat ini potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Kawasan IORA mencakup kurang lebih 2,7 miliar penduduk atau sebanyak 35 persen penduduk dunia.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Mendag Enggartiasto sebut potensi investasi kawasan IORA cukup besar
Mendag Enggartiasto blusukan. ©2016 Merdeka.com

Kawasan Indian Ocean Rim Association (IORA) dinilai memiliki potensi perdagangan dan investasi yang cukup besar. Namun, hingga saat ini potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa dengan populasi yang berkembang dengan cepat di kawasan tersebut, menawarkan daya tarik tersendiri dalam hal perdagangan dan investasi.

"Singkatnya, kita telah mengenal satu sama lain selama ratusan tahun dengan laut sebagai pemersatu, tapi sayangnya potensi kawasan IORA telah kita abaikan terlalu lama," ujar Enggartiasto di Jakarta, Senin (6/3).

Kawasan IORA mencakup kurang lebih 2,7 miliar penduduk atau sebanyak 35 persen penduduk dunia. Namun, perannya baru sebesar 12 persen dari pangsa pasar dunia, 10 persen PDB global, dan 13 persen tujuan penanaman modal asing (PMA).

Sementara, perdagangan intra-regional IORA pada 2015 mencapai USD 777 miliar atau naik 300 persen dibandingkan tahun 1994 yang sebesar USD 233 miliar.

Dia menegaskan, dengan adanya para pelaku bisnis dan pimpinan negara-negara anggota yang hadir dalam KTT IORA tersebut, diharapkan mampu membuka potensi kawasan Samudera Hindia yang selama ini masih belum dioptimalkan.

Samudera Hindia merupakan 70 persen jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan, lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.

"Membuka potensi merupakan langkah yang tepat, mengingat tantangan dari dinamika perekonomian dan pertumbuhan global yang bergerak secara cepat dan dinamis dalam beberapa tahun terakhir," kata Enggartiasto.

Tercatat, ada kurang lebih sebanyak 314 peserta yang hadir dalam IORA Business Summit kali ini dan mewakili berbagai sektor bisnis dari kawasan IORA. Bahkan, hadir pula pelaku usaha dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Jerman dan Inggris.

"Hal itu merupakan bukti daya tarik wilayah IORA bagi pelaku bisnis," tegasnya.

Salah satu potensi yang dimiliki IORA dalam konteks kerja sama ekonomi adalah pasar ekspor Afrika. Tercatat, potensi ekspor ke Afrika tersebut mencapai USD 550 miliar pada 2016, sementara realisasi ekspor Indonesia baru mencapai USD 4,2 miliar.

Selain itu, potensi lain adalah dengan pasar Timur Tengah yang mencapai USD 975 miliar.

Rekomendasi