Konsorsium BUMN dan BUMD berkomitmen menanamkan modal hingga USD 3,8 miliar atau Rp 50,5 triliun hingga 10 tahun ke depan guna membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Konsorsium tersebut terdiri dari PT. Pertamina, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh. Di mana nantinya tenaga kerja yang akan terserap diperkirakan mencapai 40.000 orang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan KEK Arun Lhokseumawe yang luas lahannya mencapai 2.622 hektar, akan segera diusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah.
"KEK Arun Lhokseumawe ini sudah memenuhi syarat dari semua aspek, sehingga akan segera kita usulkan kepada Presiden," kata Darmin melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (31/1).
Dia menambahkan, rencana bisnis di KEK Arun Lhokseumawe mencakup pengembangan industri sektor energi (oil & gas), regasifikasi LNG, LNG hub/trading, LPG hub/trading, Mini LNG Plant PLTG dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.
Selain itu, ada pula pengembangan cluster industry petrokimia yang ramah lingkungan. Pengembangan agro industri pendukung ketahanan pangan, pemanfaatan potensi bahan baku pertanian dan pengembangan berbagai jenis usaha agro industry dan turunannya.
Pengembangan infrastruktur logistik untuk mendukung input dan output dari industri oil & gas, petrokimia dan agro industry, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar internasional. Serta industri penghasil kertas kantong semen (kertas kraft).