Menteri Rini klaim kantongi izin BI untuk gabungkan ATM BUMN

Menteri Rini klaim kantongi izin BI untuk gabungkan ATM BUMN. Inisiasi pembentukan perusahaan switching bisa menjadi langkah tepat untuk menurunkan biaya operasional perbankan dalam memberikan layanan transaksi keuangan.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Menteri Rini klaim kantongi izin BI untuk gabungkan ATM BUMN
ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) untuk mendirikan sebuah perusahaan operator (switching), guna menyelenggarakan layanan transaksi keuangan dari bank-bank BUMN. Inisiasi pembentukan perusahaan switching bisa menjadi langkah tepat untuk menurunkan biaya operasional perbankan dalam memberikan layanan transaksi keuangan."Itu kan ATM, ATM diharapkan mulai jalan akhir tahun tapi full rolling nya tahun depan atau kuartal I 2017 sudah semuanya bisa jalan," ujar Menteri Rini di JCC, Jakarta, Minggu (13/11).Menurutnya, perusahaan switching yang dimiliki empat bank BUMN ini akan mengelola layanan transaksi keuangan di anjungan tunai mandiri dan juga layanan transaksi dari mesin perekam data elektronik (Electronic Data Capture/EDC). "Karena yang harus bisa samakan pakai ATM yang sama," ucap Menteri Rini.Sebelumnya, Himbara memutuskan untuk mendirikan perusahaan switching sendiri, setelah sebelumnya mempertimbangkan untuk mengakuisisi salah satu dari tiga perusahaan switching ATM di Indonesia.Perusahaan BUMN khusus switching ini nantinya akan mengelola ATM Himbara Link dan juga jaringan mesin Perekam Data Elektronik (Electronic Data Capture/EDC).Sejalan dengan pembentukan perusahaan switching itu, Kementerian BUMN juga akan menunjuk bank anchor untuk integrasi ATM. Saat ini, anggota Himbara terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara.

Rekomendasi