Menteri Susi kaget ekspor mutiara RI ke Hong Kong hanya USD 1 juta

Sedangkan pada 2015, Hongkong mengimpor mutiara dari Indonesia senilai USD 34,2 juta. Namun, data ekspor Indonesia ke negara tersebut, mencatat hanya sebesar USD 1 juta saja.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Menteri Susi kaget ekspor mutiara RI ke Hong Kong hanya USD 1 juta
Menteri Susi Pudjiastuti. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan potensi komoditas mutiara yang ada di Indonesia dapat meningkatkan laju perekonomian bangsa apabila diberdayakan dengan tepat. Akan tetapi, potensi ini pun banyak dijadikan salah satu komoditas ekspor ilegal.

"Besarnya potensi tersebut, tidak semua tercatat dalam pendapatan negara," ujar Susi seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (28/10).

Susi mengakui komoditas mutiara menjadi sasaran empuk praktik ekspor ilegal. Pada 2014, data impor mutiara Hongkong senilai USD 49,8 juta. Hal itu, lanjutnya, berbeda jauh dengan catatan ekspor Indonesia ke negara tersebut.

Sedangkan pada 2015, Hongkong mengimpor mutiara dari Indonesia senilai USD 34,2 juta. Namun, data ekspor Indonesia ke negara tersebut, mencatat hanya sebesar USD 1 juta saja.

"Bisa dilihat betapa jauhnya angka penerimaan Hongkong yang mereka catat, dengan ekspor kita. Ini baru satu negara, saya belum dapat negara lain," tegasnya.

Susi mengaku, sepanjang dua tahun ini, kinerja KKP memang masih fokus melakukan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal. Untuk itu, dia berkomitmen agar pendapatan pajak serta pengelolaan perusahaan terutama sektor mutiara akan dikawal dengan lebih baik.

Sebelumnya, Menteri Susi mengimbau masyarakat agar dapat membeli mutiara asli Indonesia yang keindahannya sudah terkenal sampai ke luar negeri dan terkenal dibanding produk lain seperti mutiara air tawar dari China.

"Beli mutiara Indonesia. Katanya mutiara Indonesia salah satu yang terbaik di dunia," katanya.

Dia menambahkan, mutiara adalah salah satu jenis industri kelautan yang potensial untuk dikembangkan. Untuk itu, ujar dia, dibutuhkan kolaborasi antar para pengusaha dengan pihak pemangku kepentingan terkait.

Selain kerja sama, Susi juga ingin pola pikir pengusaha mutiara harus diubah agar kerja sama antara berbagai pihak dapat berjalan lebih baik.

Salah satu mutiara asli Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara yaitu mutiara Lombok, sehingga jangan sampai komoditas asli nusantara itu kalah bersaing.

Rekomendasi