Pertamina resmikan SPBG induk di Bogor

Memiliki kapasitas gas 3 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 90 ribu liter setara premium (LSP).

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Pertamina resmikan SPBG induk di Bogor
SPBG Gunung Putri. ©2016 Merdeka.com

PT Pertamina (Persero), hari ini, meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Cibubur di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Dengan demikian, fasilitas pengisian gas alam terkompresi (CNG) bertambah menjadi 15 unit. Total, ada sebanyak 57 SPBG tersebar di Indonesia.

Vice President Natural Gas Pertamina Wiko Migantoro mengatakan, SPBG anyar ini memiliki kapasitas gas 3 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 90 ribu liter setara premium (LSP). Ini membuatnya menjadi induk yang akan menyuplai SPBG kecil dan mobile refueling unit (MRU) yang tidak tersambung dengan jaringan pipa CNG.

"Setidaknya ada dua SPBG di Bubulak dan Ciawi. Tentunya ini akan semakin mendekatkan energi yang lebih bersih kepada masyarakat karena dapat menyediakan bahan bakar CNG pada daerah-daerah yang jauh dari infrastruktur pipa gas," ujarnya.

Kasubdit Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Ahmad Wahyu Wardono berharap SPBG senilai Rp 90 miliar tersebut bisa mendorong masyarakat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dan beralih menggunakan gas.

"Kita punya banyak gas tapi tidak bisa dinikmati. Sekarang infrastrukturnya ada, harus bisa dinikmati dengan optimal. Kami juga mengharapkan mobil, angkutan umum dan mobil dinas untuk menggunakan ini," ucapnya.

Adapun harga jual BBG ditetapkan Rp 3.100 per liter. Lebih murah ketimbang premium Rp 6.450 per liter.

"Ada perbedaan harga hampir 60 persen dari premium. Penggunaannya sama, per liter bisa 10-14 kilometer."

Rekomendasi